kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45936,50   8,15   0.88%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Dua Perusahaan Baja Jepang Siap Akuisisi Anak Usaha Grup Gunung Raja Paksi (GGRP)


Jumat, 11 Agustus 2023 / 05:40 WIB
Dua Perusahaan Baja Jepang Siap Akuisisi Anak Usaha Grup Gunung Raja Paksi (GGRP)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dua perusahaan baja asal Jepang siap melakukan akuisisi terhadap PT Nusantara Baja Profil, entitas usaha PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP). Akuisisi ini akan dilakukan melalui skema joint investment antara grup Hanwa Co Ltd dan Yamato Kogyo Co Ltd.

Hanwa Co Ltd lewat anak usahanya PT Hanwa Indonesia akan mengakuisisi PT Nusantara Baja Profil dari GGRP dan perusahaan afiliasinya, yakni PT Gunung Garuda. Merujuk keterangan tertulis Hanwa pada 8 Agustus 2023, joint investment melibatkan Hanwa, Yamato Kogyo, dan Siam Yamato Steel Co Ltd.

Perusahaan yang disebut terakhir merupakan anak usaha Yamato Kogyo yang beroperasi di Thailand. Rencana akuisisi PT Nusantara Baja Profil ini tunduk pada kondisi tertentu yang dijadwalkan berlangsung pada kuartal I-2024.

Baca Juga: Gergasi Asal Jepang; Hanwa dan Yamato Kogyo Akuisisi Nusantara Baja Profil dari GGRP

Setelah akuisisi terjadi, Yamato Kogyo akan menggenggam 45% saham PT Nusantara Baja Profil. Sisanya dimiliki oleh Siam Yamato Stell sebesar 35%, Hanwa Indonesia 15% dan GGRP memegang porsi 5% di PT Nusantara Baja Profil.

Pemberitaan Reuters menyebut bahwa nilai transaksi akuisisi PT Nusantara Baja Profil ini mencapai US$ 340 juta. Sebagai gambaran, jika dikonversi dengan kurs saat ini sebesar Rp 15.185 per dolar Amerika Serikat, jumlah itu setara Rp 5,16 triliun.

Nusantara Baja Profil merupakan perusahaan manufaktur baja yang berlokasi di Cikarang, Bekasi. Perusahaan yang berdiri pada Agustus 2022 ini memiliki kapasitas produksi 900.000 ton rolling steel per tahun.

Dihubungi terpisah, Direktur Corporate Affairs Gunung Raja Paksi, Fedaus masih belum berbicara banyak mengenai aksi korporasi ini. Yang pasti, Fedaus membenarkan ada penjajakan akuisisi PT Nusantara Baja Profil oleh Hanwa dan Yamato.

Baca Juga: Peringkat Utang Gunung Raja Paksi (GGRP) Naik Jadi idA dari idA-

Hanya saja, mengenai struktur kepemilikan pasca-akuisisi dan nilai transaksinya, Fedaus enggan berkomentar. Dia memastikan, perkembangan mengenai aksi korporasi ini akan segera disampaikan pada keterbukaan informasi.

"Betul, kami sedang melihat untuk menjajaki kemungkinan kerja sama atau investasi ini. Masih dalam penjajakan sampai nanti akan diumumkan secara resmi," kata Fedaus saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (10/8).

Menurut Fedaus, fokus GGRP untuk memenuhi dan mengembangkan aspek environmental, social, and corporate governance (ESG) telah menjadi daya tarik yang dilirik oleh investor. Komitmen terhadap bisnis berbasis ESG ini akan membawa value added bagi para stakeholders GGRP.

"Kami menuju perusahaan ESG, banyak mitra yang ingin berpartisipasi. Kami melihat berbagai peluang ke depannya untuk bisa bermitra dengan adanya value added bagi semua," imbuh Fedaus.

Sebagai informasi, pada Februari 2023 GGRP telah meluncurkan net zero roadmap terkait rencana aksi mencapai netralitas karbon. Ini menjadi tahap kedua GGRP dalam rangka dekarbonisasi. Langkah pertama dilakukan pada Oktober 2022, dimana GGRP telah meluncurkan panduan strategi ESG.

Baca Juga: Gunung Raja Paksi (GGRP) Berharap Bisa Ikut Ambil Bagian dalam Pembangunan IKN

Rekomendasi Saham

Equity Analyst Kanaka Hita Solvera, William Wibowo melihat rencana akuisisi entitas usaha oleh dua perusahaan baja raksasa asal Jepang bisa menjadi sentimen positif bagi saham GGRP. "Secara prospek, masuknya investor dari Jepang ini akan membuat performa GGRP lebih baik & solid," sebut William.

Harga saham GGRP memang sedang menanjak dalam dua hari terakhir. Pada perdagangan Kamis (10/8), harga GGRP melejit 8,25% ke level Rp 446 per saham.

Hanya saja, Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian menyarankan sebaiknya investor wait and see terlebih dulu terhadap saham GGRP. Dari sisi pergerakan harga saham, tren penguatan belum tentu berlanjut.

Sedangkan secara prospek bisnis, sektor yang terkait dengan konstruksi masih rawan diselimuti ketidakpastian menjelang Pemilu dan Pilpres. Namun menurut William, GGRP layak untuk buy dengan support Rp 409 dan resistance di Rp 490 per saham.

Selanjutnya: Wall Street Menghijau: Dow Ditutup Naik Tipis Terangkat Penurunan Inflasi AS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×