kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Dow bergerak datar di bawah bayang-bayang laporan kuartalan dan perang dagang


Selasa, 24 Juli 2018 / 04:47 WIB

Dow bergerak datar di bawah bayang-bayang laporan kuartalan dan perang dagang
ILUSTRASI. Para trader sedang bekerja di Bursa Saham New York (NYSE)

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks acuan S&P 500 AS dan indeks Nasdaq naik pada Senin (23/7). Lonjakan imbal hasil obligasi 10-tahun mendorong saham sektor keuangan dan investor mengantisipasi berlanjutnya penguatan pendapatan perusahaan dan pertumbuhan ekonomi AS.

Indeks saham sektor keuangan naik 1,3% setelah imbal hasil Treasury 10 tahun AS naik ke level tertinggi dalam lima minggu. Tampak kemungkinan Federal Reserve akan terus menaikkan suku bunga meskipun ada kritik dari Presiden Donald Trump.


"Penghasilan naik di seluruh papan, yang merupakan tanda penguatan ekonomi," kata Oliver Pursche, kepala strategi pasar di Bruderman Asset Management di New York. "Dan penghasilannya sangat kuat."

Berita pembicaraan perdagangan yang sedang berlangsung membantu saham AS naik ke atas. Presiden Meksiko terpilih Andres Manuel Lopez Obrador mengirim surat kepada Trump untuk mendesak negosiasi perdagangan NAFTA, dan pejabat perdagangan dari Meksiko dan Amerika Serikat akan bertemu akhir pekan ini.

Juga, Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker dijadwalkan bertemu dengan Trump pada hari Rabu atas pengenaan tarif impor, meskipun ia tidak akan tiba di Washington dengan tawaran perdagangan tertentu.

Dow Jones Industrial Average turun 13,83 poin (-0,06%) menjadi 25.044,29. S & P 500 naik 5,15 poin (0,18%) menjadi 2.806,98. Nasdaq Composite bertambah 21,68 poin (0,28%) menjadi 7.841,87.

Tetapi beberapa investor khawatir tentang pengaruh ketegangan perdagangan internasional terhadap dolar AS, yang telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Beberapa perusahaan multinasional AS mengevaluasi kembali strategi lindung nilai mata uang mereka.

Volume perdagangan saham di bursa AS sebesar 5,50 miliar saham, lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata harian selama 20 hari terkahir yang mencapai 6,16 miliar.


Sumber : Reuters
Editor: Hasbi Maulana

Video Pilihan


Close [X]
×