kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   -48.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Dolar Australia Diproyeksi Jadi Mata Uang Komoditas Terkuat hingga Akhir Tahun


Minggu, 30 Agustus 2026 / 13:57 WIB
Dolar Australia Diproyeksi Jadi Mata Uang Komoditas Terkuat hingga Akhir Tahun
ILUSTRASI. Dolar Australia (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dolar Australia (AUD) diproyeksikan menjadi mata uang komoditas yang paling berpeluang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hingga akhir tahun.

Prospek tersebut didukung oleh tingginya harga sejumlah komoditas ekspor Australia, terutama emas dan batubara, serta ekspektasi kebijakan moneter Reserve Bank of Australia (RBA) yang lebih hawkish.

Baca Juga: Naik 45,8%, Bakrie & Brothers (BNBR) Raih Pendapatan Rp 2,59 Triliun di Semester I

Di sisi lain, potensi berlanjutnya tekanan terhadap dolar AS turut membuka ruang penguatan AUD.

Melansir Trading Economics, pada penutupan perdagangan Jumat (28/8/2026), harga emas berada di level US$ 4.454,08 per ons troi, meski terkoreksi 3,18% secara harian.

Sementara itu, harga batubara berada di level US$ 139,75 per ton atau naik 0,18% dalam sehari. Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$ 83,44 per barel setelah turun 0,11% secara harian.

Dari pasar valuta asing, pasangan AUD/USD ditutup di level 0,7161 pada Jumat (28/8), melemah 0,45% secara harian. NZD/USD juga turun 0,61% ke level 0,5914. Sementara USD/CAD menguat 0,33% ke level 1,3900.

Analis Mata Uang sekaligus Founder Traderindo.com Wahyu Laksono mengatakan, dukungan komoditas menjadi salah satu faktor utama yang membuat AUD memiliki prospek lebih baik dibandingkan mata uang komoditas lainnya.

Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham Yang Menarik Dicermati untuk Pekan Depan

"Dolar Australia (AUD) menjadi mata uang yang paling berpotensi mencatatkan penguatan paling signifikan terhadap USD. Faktor pendukung utamanya meliputi korelasi ganda komoditas, yakni emas dan batu bara," ujar Wahyu kepada Kontan.co.id, Jumat (28/8/2026).

Menurut Wahyu, posisi Australia sebagai salah satu negara eksportir komoditas memberikan keuntungan bagi AUD ketika harga komoditas berada pada level tinggi.

Kinerja ekspor yang kuat dapat mendukung arus devisa dan perekonomian Australia, sehingga turut menopang mata uangnya.

Senada, Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong juga menempatkan AUD sebagai mata uang komoditas yang paling prospektif hingga akhir tahun.

"Dari ketiganya, saya melihat AUD memiliki potensi penguatan paling besar, terutama karena Australia didukung dari tingginya harga komoditas dan hubungan ekonominya yang kuat dengan Asia," kata Lukman.

Selain faktor komoditas, Lukman mengatakan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga RBA setelah inflasi Australia kembali lebih tinggi dari perkiraan turut memberikan dukungan terhadap AUD.

Baca Juga: Premi Risiko Investasi Menurun, Simak Strategi Bagi Investor Saat Ini

Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat dapat meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar Australia. Sementara itu, tekanan terhadap USD yang berlanjut berpotensi menjadi katalis tambahan bagi AUD.

Meski demikian, penguatan AUD tidak lepas dari sejumlah risiko. Salah satunya adalah perlambatan ekonomi China yang merupakan salah satu pasar utama ekspor Australia.

"Risikonya terutama dari China, karena perlambatan ekonomi China dapat menekan permintaan terhadap komoditas Australia," ujar Lukman.

Selain itu, apabila Federal Reserve (The Fed) kembali mengambil kebijakan yang lebih hawkish, USD berpotensi kembali menguat sehingga membatasi ruang penguatan AUD dan mata uang komoditas lainnya.

Proyeksi AUD, NZD dan Dolar Kanada

Hingga akhir tahun, Wahyu memproyeksikan AUD/USD berada di kisaran 0,7050–0,7350. Sementara NZD/USD diperkirakan bergerak di rentang 0,5800–0,6100 dan USD/CAD pada kisaran 1,3500–1,3950.

Baca Juga: Genjot Basis Investor, YB Sekuritas Siapkan Ekspansi Cabang

Adapun Lukman memperkirakan AUD/USD dapat mencapai level 0,73–0,74 hingga akhir tahun. Untuk NZD/USD, dia memproyeksikan pergerakan di kisaran 0,59–0,61, sedangkan USD/CAD diperkirakan berada pada rentang 1,35–1,36.

Dengan kombinasi dukungan komoditas, prospek kebijakan moneter RBA, dan potensi tekanan terhadap USD, AUD dinilai memiliki peluang paling besar untuk mengungguli mata uang komoditas lainnya hingga penghujung 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×