kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   -48.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Sentimen Global dan Domestik Postif, Rupiah Siap Menguat pada Senin (31/8)


Minggu, 30 Agustus 2026 / 11:41 WIB
Sentimen Global dan Domestik Postif, Rupiah Siap Menguat pada Senin (31/8)
ILUSTRASI. Rupiah di pasar spot diproyeksi kembali menguat pada perdagangan Senin (31/8/2026) dengan sejumlah sentimen yang menopangnya (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kombinasi pelemahan terbatas indeks dolar AS dan kondisi dalam negeri yang kondusif memberi ruang bagi nilai tukar rupiah untuk bergerak menguat pada awal pekan mendatang.

Melansir data Bloomberg pada Jumat (28/8/2026), rupiah pasar spot ditutup menguat 0,29% atau naik 51 poin ke level Rp 17.693 per dolar AS.

Sejalan, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia menguat 0,33% menjadi Rp 17.703 per dolar AS.

Pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat (28/8/2026) ditopang oleh kombinasi sentimen eksternal dan dinamika mata uang regional di tengah sikap wait and see para pelaku pasar.

Baca Juga: Laba Aneka Tambang (ANTM) Melonjak 34%, Raup Rp 6,91 Triliun pada Semester I-2026

Indeks dolar AS cenderung bergerak terbatas menjelang agenda penting pidato petinggi bank sentral Amerika Serikat (The Fed), sehingga memberikan angin segar bagi mata uang Asia untuk mencatatkan apresiasi.

Kondisi tersebut turut didukung oleh pergerakan mata uang kawasan yang terpantau variatif dengan kecenderungan menguat pada sejumlah mata uang utama, seperti won Korea Selatan, dolar Taiwan, dan ringgit Malaysia.

Ekonom Universitas Airlangga Rahma Gafmi mengatakan, meredanya ketidakpastian global serta masuknya sentimen positif dari kawasan turut memicu penguatan mata uang Garuda.

"Pelemahan terbatas dolar AS dan konsolidasi global memberikan ruang bagi mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah, untuk terkoreksi positif atau mencatat apresiasi," ujar Rahma kepada Kontan, Jumat (28/8/2026).

Dari sisi internal, persepsi risiko investor asing juga membaik seiring dengan situasi dalam negeri yang kembali kondusif pasca-rangkaian aksi demonstrasi dan dinamika politik di Jakarta.

Selain itu, komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga keseimbangan fiskal serta moneter menjadi benteng pertahanan bagi stabilitas mata uang harian.

Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (30/8): Tak Bergerak di Rp 2.670.000 Per Gram

Minimnya rilis data fundamental baru membuat pelaku pasar kini lebih berfokus untuk merespons dinamika likuiditas valas serta arah kebijakan moneter mendatang.

Langkah BI dalam melakukan intervensi dan stabilisasi pasar valas diperkirakan tetap menjadi faktor kunci penjaga pergerakan nilai tukar.

Rahma memproyeksi, pergerakan mata uang domestik akan tetap terjaga dalam rentang yang stabil pada perdagangan awal pekan.

"Langkah stabilisasi Bank Indonesia melalui instrumen operasi moneter juga terus dicermati oleh pelaku pasar untuk menjaga volatilitas rupiah tetap terkendali di kisaran level Rp 17.600–Rp 17.700 per dolar AS pada Senin (31/8/2026)," kata Rahma.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×