Reporter: Adi Wikanto, Selvi Mayasari | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Info penting untuk investor saham PT Bank Panin Tbk (PNBN). Investor saham PNBN akan mendapatkan dividen dengan yield di atas bunga deposito maksimal di Bank Panin.
Manajemen Bank Panin mengumumkan keputusan pembagian dividen tunai sebesar Rp1,01 triliun kepada para pemegang saham. Setelah memperhitungkan saham treasuri, nilai dividen yang dibagikan setara Rp42 per saham.
Pembagian dividen saham tersebut merupakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PNBN pada Rabu 17 Juni 2026.
Pada perdagangan Rabu (17/6/2026), harga saham PNBN ditutup di level Rp935 per saham, naik 1,63% dibandingkan hari sebelumnya. Dengan harga tersebut, yield dividen saham PNBN mencapai 4,49%, lebih tinggi dibandingkan suku bunga deposito rupiah Bank Panin yang menawarkan bunga maksimal 4,25%.
Baca Juga: Yield 10% Lebih, Saham Emiten Tinta CLPI Siap Beri Dividen Rp 17.051 Per Lot
Pembagian dividen tersebut merupakan sebagian dari laba bersih yang diraih perusahaan pada tahun 2025 sebesar Rp 2,87 triliun. Laba 2025 tumbuh tipis 0,13% dibandingkan tahun 2024.
Presiden Direktur PaninBank, Herwidayatmo, menjelaskan pertumbuhan laba tahun 2025 terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee-based income) yang naik 3,47% menjadi Rp 2,30 triliun. Kenaikan tersebut terutama berasal dari keuntungan transaksi surat berharga.
Selain itu, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) juga tumbuh 0,19%, sejalan dengan peningkatan pendapatan bunga.
Tonton: OJK Minta Investor Tak Panik! Jelang Keputusan MSCI, Dana Asing Masih Net Sell
Di sisi intermediasi, penyaluran kredit tercatat turun 2,56% yoy menjadi Rp 145,08 triliun pada 2025. Total asetnya pun ikut susut dari Rp 243,95 triliun di 2024 menjadi Rp 237,32 triliun di 2025.
Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross membaik menjadi 2,82% dari sebelumnya 3,05%. Adapun NPL net tercatat sebesar 1,04%.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 2,98% secara tahunan menjadi Rp 156,92 triliun. Sementara itu, total modal perseroan naik 5,07% menjadi Rp 54,98 triliun, sehingga rasio kecukupan modal (CAR) menguat ke level 37,49%.
Dari sisi pendanaan jangka panjang, pada 2025 PaninBank menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III Tahun 2025 senilai Rp 3,20 triliun. Dengan demikian, total penerbitan obligasi melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) IV Tahap I, II, dan III telah mencapai Rp 7,21 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













