kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.628.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.855   89,00   0,50%
  • IDX 6.385   -56,43   -0,88%
  • KOMPAS100 835   -7,46   -0,89%
  • LQ45 634   -5,96   -0,93%
  • ISSI 222   -3,01   -1,34%
  • IDX30 353   -3,37   -0,95%
  • IDXHIDIV20 440   -4,01   -0,90%
  • IDX80 95   -0,92   -0,95%
  • IDXV30 121   -0,86   -0,71%
  • IDXQ30 114   -1,28   -1,12%

Divergensi Bank Sentral & Geopolitik Bayangi Valas Utama, Cek Proyeksinya


Senin, 21 September 2026 / 18:09 WIB
Divergensi Bank Sentral & Geopolitik Bayangi Valas Utama, Cek Proyeksinya
ILUSTRASI. Yen Jepang (REUTERS/Issei Kato)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dinamika nilai tukar mata uang utama dunia masih bergerak fluktuatif akibat pengaruh divergensi kebijakan moneter global dan perhatian pasar terhadap agenda diplomatik antarnegara.

Melansir data Trading Economics pada Senin (21/9/2026) jam 17:53 WIB, mata uang Yen Jepang (USD/JPY) menguat 0,23% atau naik 0,355 poin ke level 157,229, sementara Euro (EUR/USD) melemah 0,03% atau berkurang 0,0003 poin ke level 1,14821, dan Poundsterling Inggris (GBP/USD) terkoreksi 0,09% atau turun 0,00127 poin ke posisi 1,33824.

Research and Development ICDX Muhammad Amru Syifa menilai pergerakan valas utama saat ini sangat dipengaruhi oleh perbedaan arah kebijakan moneter, perkembangan geopolitik, dan dinamika sentimen risiko.

Baca Juga: Valas Utama Tertekan Dolar, Cemati Prospek JPY, EUR, dan GBP

Tekanan pada Yen Jepang terjadi karena pasar memandang sinyal pengetatan lanjutan dari Bank of Japan (BoJ) belum cukup kuat untuk mengimbangi sikap The Fed yang masih membuka peluang kenaikan suku bunga berikutnya.

Di saat yang sama, langkah antisipasi pasar terhadap potensi intervensi otoritas Jepang juga membatasi ruang gerak yen.

Sementara untuk mata uang Euro dan Poundsterling, fokus utama pasar tertuju pada efektivitas kebijakan European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE) dalam merespons tekanan inflasi domestik serta lonjakan harga energi kawasan.

“Selain itu, perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan pergerakan harga minyak masih menjadi faktor penting bagi pasar valas,” kata Amru kepada Kontan, (Senin (21/9/2026).

Pasar mata uang global juga mencermati secara ketat agenda pertemuan bilateral antara AS dan China pada pekan ini.

Perkembangan hubungan kedua negara ekonomi terbesar tersebut dipandang berpotensi mengubah lanskap sentimen risiko global secara signifikan.

“Pasar juga mencermati pertemuan AS-China pada pekan ini karena perkembangan hubungan kedua negara dapat memengaruhi sentimen risiko global dan arah mata uang utama,” ujar Amru.

Hingga akhir 2026, Amru memproyeksikan pasangan mata uang EUR/USD akan bergerak di kisaran 1,13–1,17, sedangkan GBP/USD diperkirakan berada di area 1,31–1,36, dan USD/JPY di rentang 154–160.

Adapun Indeks Dolar AS (DXY) diproyeksikan bergerak dalam kisaran 98–102. Proyeksi indikatif ini berpotensi bergerak dinamis menyesuaikan penyesuaian suku bunga acuan bank sentral, laju inflasi, harga energi global, serta respons kebijakan moneter pemerintah Jepang.

Baca Juga: Menakar Aliran Dana Asing di Asia Usai Pasar Saham Vietnam Naik Kelas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×