kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Ditekan sentimen eksternal dan internal, rupiah melemah hari ini


Senin, 11 Februari 2019 / 09:26 WIB


Reporter: Dimas Andi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah melemah di awal perdagangan Senin (11/2). Mengutip Bloomberg, pukul 09.23 WIB, rupiah ada di leel Rp 13.997 per dollar Amerika Serikat (AS), melemah 0,3% dibanding akhir pekan lalu yang ada di Rp 13.955 per dollar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail dalam risetnya menyebut, pelemahan rupiah terjadi seiring penguatan indeks dollar AS dan hasil negatif dari data neraca transaksi berjalan Indonesia.

Menurut Mikail, indeks dollar AS berpotensi menguat di kisaran 96,60—96,80 pada hari ini. Di saat yang sama, kurs dollar AS berpeluang unggul atas sejumlah mata uang utama dunia lainnya.

Penguatan indeks dollar AS dipicu oleh melemahnya nilai tukar euro dihadapan dollar AS sebesar 0,03% pada Jumat (8/2) lalu. “Pelemahan ini didorong oleh keputusan European Central Bank (ECB) yang memangkas target inflasi Eropa di 2019 dari 1,7% menjadi 1,6% akibat pelemahan industri di Jerman dan Spanyol,” papar Mikail dalam riset harian yang diterima Kontan.co.id.

Tekanan terhadap rupiah bertambah setelah defisit neraca transaksi berjalan Indonesia meningkat di kuartal IV-2018 menjadi 3,57%. Padahal, di kuartal III 2018, defisit neraca transaski berjalan masih di level 3,28%.

Dengan demikian, rupiah diproyeksikan Mikail akan melemah di rentang Rp 13.980—Rp 14.000 per dollar AS pada hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×