Reporter: Leni Wandira | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) terus mempercepat transformasi bisnisnya dari pengembang properti konvensional menuju sektor infrastruktur digital.
Di tengah langkah ekspansi tersebut, Direktur sekaligus Corporate Secretary REAL, Sjafardamsah, melakukan pembelian 2 juta saham perseroan di pasar reguler.
Baca Juga: Wall Street Berbalik Naik Rabu (24/6), Kinerja Micron Jadi Sorotan Investor
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi tersebut membuat kepemilikan saham Sjafardamsah meningkat dari sebelumnya nihil menjadi 0,03% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh.
Manajemen menjelaskan, pembelian saham tersebut dilakukan untuk tujuan investasi dengan kepemilikan langsung oleh direksi perseroan.
"Transaksi pembelian ini bertujuan untuk investasi dengan pola kepemilikan saham secara langsung oleh Sjafardamsah," tulis manajemen REAL dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).
Aksi akumulasi saham oleh manajemen ini terjadi menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni 2026.
Baca Juga: Cermati Saham-Saham Net Buy Terbesar Asing Saat IHSG Ambruk, Rabu (24/6)
Di pasar modal, pembelian saham oleh jajaran direksi kerap dipandang sebagai sinyal optimisme terhadap prospek usaha perusahaan ke depan.
Langkah tersebut sejalan dengan strategi ekspansi yang tengah dijalankan perseroan. Selain mengembangkan proyek hunian dan kawasan komersial, REAL mulai merambah bisnis properti digital, termasuk pengembangan fasilitas data center.
Saat ini, proyek data center masih berada pada tahap persiapan dan penjajakan kerja sama dengan sejumlah calon mitra strategis.
Perseroan menilai segmen tersebut berpotensi menjadi mesin pertumbuhan baru di luar bisnis properti tradisional.
Di sisi lain, REAL tetap fokus mengembangkan proyek-proyek properti yang sudah berjalan. Perseroan masih mengandalkan penjualan proyek Botanical Puri Asri di Depok sebagai salah satu kontributor utama pendapatan.
Baca Juga: Enam Calon Emiten Bakal Debut di Bursa Saham Lewat IPO, Mana yang Menarik?
Selain itu, REAL tengah mempersiapkan proyek baru di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, serta Pondok Cabe, Tangerang Selatan, yang saat ini masih berada pada tahap pengembangan lahan dan perizinan.
Perseroan juga menjalin kerja sama operasi dengan Riscon Group untuk mengembangkan proyek perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Bogor, Jawa Barat.
Manajemen menilai prospek industri properti masih cukup positif. Sejumlah kebijakan pemerintah seperti perpanjangan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) hingga 2027, relaksasi loan to value (LTV) dan financing to value (FTV) hingga 100%, serta inflasi yang relatif terkendali diyakini dapat menopang permintaan properti.
Untuk tahun ini, REAL menargetkan penjualan sebanyak 24 unit dari berbagai proyek yang sedang dikembangkan.
Perseroan juga berupaya meningkatkan pendapatan berulang (recurring income), memperluas kemitraan strategis, serta memperkuat pemasaran melalui berbagai kanal penjualan.
Baca Juga: Saham Emiten Properti Aguan Anjlok Meski Labanya Melejit, Begini Saran Analis
Selain perkembangan ekspansi bisnis, investor juga menanti keputusan penggunaan laba tahun buku 2025 yang akan dibahas dalam RUPST mendatang.
Manajemen menyatakan, jika mendapatkan persetujuan pemegang saham, pembagian dividen berpotensi direalisasikan pada Juli 2026 sesuai jadwal yang telah ditetapkan perseroan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














