Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Portofolio bisnis beragam telah meminimalisir tekanan bagi PT Pakuwon Jati Tbk (PWON). Ke depan, tebaran insentif properti serta lingkunan suku bunga rendah dapat mendulang kinerja PWON.
Analis Phintraco Sekuritas Nurwachidah mengatakan, portofolio bisnis properti PWON yang beragam telah meminimalisir fluktuasi kinerja PWON akibat tingginya suku bunga.
Seperti diketahui, Pakuwon Jati menggeluti berbagai bidang bisnis meliputi properti residensial, pusat perbelanjaan, hotel, hingga perkantoran.
Baca Juga: Pakuwon Jati (PWON) Genjot Marketing Sales di Sisa Tahun 2024
Dari periode Januari – September, pendapatan PWON bertumbuh 4,74% year on year (yoy) menjadi Rp 4.79 triliun. Hasil ini terutama ditopang oleh pendapatan sewa ruang yang berkontribusi 31,35% terhadap total pendapatan dan tumbuh 8,41% secara tahunan menjadi Rp1,5 triliun.
Sementara itu, laba bersih emiten pengelola Mal Kasablaka ini tercatat sebesar Rp 1,96 trilliun selama Januari – September 2024. Jumlah itu terpantau naik 14,7% yoy, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,71 trilliun.
Nurwachidah mencermati, kontribusi pendapatan berulang PWON mencapai 31,35% pada per September 2024. Luas Net Leasable Area (NLA) mal PWON mencapai 804 ribu m2, tumbuh 2,55% yoy dengan tingkat okupansi rata-rata 94% pada Januari - September dan merupakan yang terbesar dibanding pemain lainnya.
Baca Juga: Pakuwon Jati (PWON) Resmikan Pakuwon City Mall 3 di Surabaya Senilai Rp365 Miliar
Sementara itu, luas NLA kantor PWON mencapai 288 ribu m2 dengan tingkat okupansi rata-rata 75% per September 2024.
Pakuwon Jati juga terus melakukan ekspansi produk dan aktif mengakuisisi cadangan lahan (landbank). PWON telah merampungkan pembangunan tiga tower apartemen, yakni Amor, Bella, dan Dolce Vita, dari Pakuwon Residences Bekas yang akan terintegrasi dengan Pakuwon Mall Bekasi.
Serah terima unit apartemen Tower Amor akan dimulai pada akhir tahun 2024. Setiap unit yang dibeli pada bulan Desember 2024 akan mendapatkan PPN DTP sebesar 50%.
Terkait landbank, PWON telah merampungkan pembelian lahan tahap II di Semarang seluas 5,2 hektare pada 6 Juni 2024 dengan nilai transaksi Rp121,7 miliar. Sementara itu, Pakuwon Mall Bekasi akan dibuka untuk umum pada November 2024.
‘’Portofolio bisnis beragam pertahankan pertumbuhan laba PWON,’’ ungkap Nurwachidah dalam riset 30 Oktober 2024.
Baca Juga: Pakuwon Jati (PWON) Gencar Ekspansi Pusat Perbelanjaan Baru
Nurwachidah melihat, pendapatan pra penjualan (marketing sales) PWON pun solid dengan capaian Rp 1,13 triliun hingga akhir September atau sekitar 75% dari target setahun penuh. Untuk diketahui, PWON menetapkan pertumbuhan 15% yoy marketing sales menjadi Rp 1,5 triliun di tahun 2024.
Secara keseluruhan, dia memperkirakan, PWON berpotensi mencetak pertumbuhan pendapatan sekitar 7% pada tahun ini menjadi Rp 7,34 triliun. Proyeksi tersebut diyakini mampu tercapai seiring dukungan berbagai insentif dari pemerintah.
Research Analyst MNC Sekuritas Rudy Setiawan memandang bahwa suku bunga rendah dan insentif akan mendorong kepemilikan properti di tahun 2025.
Terlebih lagi, pemerintah juga berkomitmen untuk mencapai "nol backlog" properti pada tahun 2045, dengan defisit saat ini mencapai 10 juta unit pada tahun anggaran 2023.
Lingkungan suku bunga rendah merupakan katalis positif, baik untuk pengembang maupun konsumen. Hal itu karena 72,9% pendanaan proyek berasal dari dana intenal pengembang, sementara 75,5% konsumen memanfaatkan fasilitas hipotek untuk kepemilikan properti.
Baca Juga: Pakuwon Jati (PWON) Resmikan Pakuwon Mall Bekasi
Pemerintah juga akan mendukung penjualan properti lewat dua insentif yakni perpanjangan PPNDTP 100% untuk rumah hingga Rp 5 miliar per unit hingga tahun 2025, serta Penghapusan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Rudy menuturkan, PWON merupakan salah satu perusahan yang akan mendapatkan keuntungan dari program insentif karena bauran produknya yang tinggi di atas Rp 5 miliar per unit. Hal itu sejalan pula dengan rencana manajemen meluncurkan proyek-proyek kelas atas dengan harga melebihi RP 5 miliar.
Insentif pemerintah cukup positif dalam mengurangi biaya tambahan yang dikeluarkan saat membeli properti, yang secara efektif akan memangkas biaya sekitar 16%. Dengan demikian, meningkatkan kemampuan masyarakat untuk membeli properti lebih cepat.
‘’Kami memproyeksikan bahwa pengembang akan mampu mencapai pertumbuhan marketing sales lebih dari 5% di 2025 didukung oleh insentif pemerintah yang dikombinasikan dengan penawaran promosi dari pengembang yang ditujukan untuk menarik minat konsumen,’’ sebut Rudy dalam riset 11 November 2024.
Baca Juga: Penyerapan Capex Pakuwon Jati (PWON) Capai Rp 1,3 Triliun Hingga Kuartal III-2024
Hanya saja, Rudy mengingatkan bahwa daya beli belum sepenuhnya pulih yang terlihat dari tren deflasi, serta fluktuasi ekonomi makro terus menghadirkan risiko yang perlu dipantau secara ketat. Akibatnya, pengembang properti layaknya seperti PWON bisa saja menunda peluncuran produk properti baru.
Head of Investment Nawasena Abhipraya Investama Kiswoyo Adi Joe menilai, pasar properti tahun depan kemungkinan masih abu-abu yang menunggu lebih lanjut kebijakan pemerintah.
Namun yang jelas, properti segmen kelas bawah seharusnya tetap positif sejalan dengan program-program penyediaan hunian dari pemerintah yang berkolaborasi dengan pengembang properti.
PWON sendiri dipandang tetap optimis, walau banyak membidik pasar kelas masyarakat menengah. Daya beli masyarakat kelas menengah yang pulih dibarengi dengan potensi sebaran insentif properti semestinya mendukung prospek Pakuwon Jati.
Kiswoyo menambahkan, kinerja PWON tahun depan berpotensi didukung pula efek dipangkasnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) pada September lalu. Apalagi, jika BI kembali memangkas suku bunga, maka bakal menurunkan suku bunga kredit dalam 6-9 bulan mendatang.
‘’Suku bunga turun itu sangat membantu karena penjualan rumah di atas 50% pakai kredit bank,’’ ucap Kiswoyo saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (4/12).
Baca Juga: Pakuwon Jati (PWON) Kantongi Laba Bersih Rp 1,66 Triliun di Kuartal III-2024
Dari segmen pendapatan berulang, Kiswoyo melihat potensi PWON bakal melanjutkan kinerja solid. Hal itu mengingat reputasi Pakuwon Jati yang dikenal luas sebagai rajanya pusat perbelanjaan.
Kiswoyo meyakini manajemen PWON dapat mencapai target pertumbuhan segmen pendapatan berulang di tahun 2025. Terlebih, pembukaan Pakuwon Mal Bekasi di November lalu bakal menjadi sokongan baru bagi bisnis pusat belanja PWON.
Dengan berbagai faktor tersebut, Kiswoyo menyarankan Buy untuk PWON dengan target harga sebesar Rp 600 per saham. Selaras, Rudy juga menyarankan Buy untuk PWON dengan target harga sebesar Rp 600 per saham.
Sementara itu, Nurwachidah merekomendasikan Buy untuk PWON dengan target harga sebesar Rp 595 per saham. Adapun PWON ditutup pada posisi Rp 422 per saham di perdagangan Rabu (4/12).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News