kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Di akhir transaksi, sinyal Wall Street masih merah


Kamis, 13 Maret 2014 / 04:48 WIB
ILUSTRASI. Jadwal SIM Keliling Jakarta Hari Ini 26/10/2022, Biaya Perpanjang SIM C Rp 75.000


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Setelah jatuh dari level rekor, kemarin (12/3) malam Wall Street akhirnya berhasil naik. Mengutip data Bloomberg, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks S&P 500 naik kurang dari 0,1% menjadi 1.868. Padahal pada sesi sebelumnya, indeks acuan di kawasan AS ini sempat melorot 0,7% pada sesi pagi.

Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,1% menjadi 116.340,08. Transaksi tadi malam melibatkan sekitar 6,4 miliar saham. Angka tersbeut 3% lebih rendah dari volume rata-rata transaksi tiga bulanan.

Pergerakan sejumlah saham turut mempengaruhi bursa AS. Beberapa di antaranya yakni: Newmont Mining Corp dan Barrick Gold Corp yang naik lebih dari 2,6%, EPL Oil & Gas Inc yang melejit hingga 29%, dan Herbalife Ltd turun 7,4%.

Penurunan tipis bursa AS terjadi setelah investor memfokuskan pada perkembangan terbaru di Ukraina. Sebaliknya, investor juga tampak bearish terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global.

"Kami melihat terjadinya aksi jual terhadap aset-aset akibat kecemasan dari faktor China dan ekspansi wilayah oleh Rusia," jelas Walter "Bucky" Hellwig dari BB&T Wealth Management di Birningham, Alabama.

Catatan saja, pada Selasa (11/3) lalu, indeks S&P 500 turun 0,5% seiring anjloknya saham-saham berbasis komoditas.   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×