kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.858   -32,00   -0,18%
  • IDX 6.337   35,43   0,56%
  • KOMPAS100 829   6,30   0,77%
  • LQ45 632   4,70   0,75%
  • ISSI 219   2,04   0,94%
  • IDX30 353   2,32   0,66%
  • IDXHIDIV20 429   1,61   0,38%
  • IDX80 95   0,70   0,74%
  • IDXV30 118   0,79   0,67%
  • IDXQ30 112   0,56   0,50%

Data pekerja AS akan menentukan arah harga emas


Jumat, 03 Mei 2019 / 08:30 WIB


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas menguat tipis jelang akhir pekan. Jumat (3/5) pukul 8.15 WIB, harga emas untuk pengiriman Juni 2019 di Commodity Exchange menguat 0,05% ke US$ 1.272,60 per ons troi. Kemarin, harga emas merosot 0,95% dari posisi US$ 1.284,20 per ons troi.

Efek pernyataan bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve tentang suku bunga yang cenderung tetap menyebabkan emas kehilangan peminat. "Banyak orang memposisikan pernyataan FOMC lebih dovish daripada kenyataan," kata Fawad Razaqzada, analis pasar Forex.com kepada Reuters.

Saat ini, prediksi The Fed memangkas suku bunga turun dari 75% menjadi 50%. Artinya, pelaku pasar meninjau ulang ekspektasi suku bunga The Fed.

"Partisipan pasar saat ini menunggu data non-farm payroll yang dirilis Jumat. Jika angka lebih tinggi daripada 200.000, maka tekanan harga emas akan makin berat," kata Phillip Streible, senior commodities strategist RJO Futures.

Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan non-farm employment naik 185.000 pada bulan April. Investor juga memonitor negosiasi dagang AS-China dan mengantisipasi penyelesaian sebelum tutup buku kuartal kedua. Negosiasi yang berjalan lancar pun akan memicu penurunan harga emas karena investor lebih memilih aset berisiko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×