kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.908   38,00   0,21%
  • IDX 5.693   -127,81   -2,20%
  • KOMPAS100 737   -15,50   -2,06%
  • LQ45 562   -11,43   -2,00%
  • ISSI 197   -3,82   -1,90%
  • IDX30 319   -6,05   -1,86%
  • IDXHIDIV20 394   -6,97   -1,74%
  • IDX80 84   -1,75   -2,05%
  • IDXV30 107   -1,24   -1,15%
  • IDXQ30 103   -1,99   -1,89%

Data pekerja AS akan menentukan arah harga emas


Jumat, 03 Mei 2019 / 08:30 WIB


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas menguat tipis jelang akhir pekan. Jumat (3/5) pukul 8.15 WIB, harga emas untuk pengiriman Juni 2019 di Commodity Exchange menguat 0,05% ke US$ 1.272,60 per ons troi. Kemarin, harga emas merosot 0,95% dari posisi US$ 1.284,20 per ons troi.

Efek pernyataan bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve tentang suku bunga yang cenderung tetap menyebabkan emas kehilangan peminat. "Banyak orang memposisikan pernyataan FOMC lebih dovish daripada kenyataan," kata Fawad Razaqzada, analis pasar Forex.com kepada Reuters.

Saat ini, prediksi The Fed memangkas suku bunga turun dari 75% menjadi 50%. Artinya, pelaku pasar meninjau ulang ekspektasi suku bunga The Fed.

"Partisipan pasar saat ini menunggu data non-farm payroll yang dirilis Jumat. Jika angka lebih tinggi daripada 200.000, maka tekanan harga emas akan makin berat," kata Phillip Streible, senior commodities strategist RJO Futures.

Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan non-farm employment naik 185.000 pada bulan April. Investor juga memonitor negosiasi dagang AS-China dan mengantisipasi penyelesaian sebelum tutup buku kuartal kedua. Negosiasi yang berjalan lancar pun akan memicu penurunan harga emas karena investor lebih memilih aset berisiko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×