kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Data China membangkitkan harga minyak mentah


Selasa, 23 September 2014 / 09:54 WIB
ILUSTRASI. Pancing emosi penonton, beberapa tontonan ini sebaiknya tak ditonton saat sedang berpuasa ya. Salah satunya adalah drakor makjang The Glory.


Sumber: Bloomberg | Editor: Sanny Cicilia

SEOUL. Harga minyak dunia menguat setelah terjerembap ke harga terendah dalam sepekan. Data awal manufaktur China yang lebih baik dari perkiraan pasar memicu spekulasi, permintaan minyak mentah dari negara terbesar kedua dunia ini juga akan meningkat. 

Harga minyak mentah jenis Brent di bursa ICE Futures Europe, London untuk pengiriman November naik 37 sen atau 0,4% ke US$ 97,34 per barel, dan diperdagangkan di US$ 97.30 pada pukul 11.15 waktu Seoul. Kemarin Brent jatuh US$ 1,42 menjadi US$ 96,97 per barel.

Sedangkan harga minyak jenis West Texas Intermediate naik 33 sen atau 0,4% ke US$ 91,20 per barel di bursa elektronik New York Mercantile Exchange. 

Hari ini, HSBC-Markit mengumumkan manufaktur China di bulan September kemungkinan berekspansi lebih cepat. Data awal Purchasing Managers Index (PMI) September di level 50,5%, lebih tinggi ketimbang bulan Agustus di 50,2%. 

Perbaikan data manufaktur menimbulkan perkiraan kenaikan permintaan komoditas minyak mentah di China. Maklumlah, menurut International Energy Agency di Paris, konsumsi minyak mentah China memakan 11% dari permintaan global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×