Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli
Investor juga perlu memperhatikan pertumbuhan kredit, biaya dana, margin bunga bersih, kebutuhan belanja modal, serta perkembangan harga komoditas sesuai sektor masing-masing emiten.
Menurut Hendra, besarnya pengaruh Danantara akan ditentukan oleh nilai transaksi relatif terhadap likuiditas saham, konsistensi pembelian, dan kondisi pasar. Jika tekanan jual asing masih besar, aksi beli satu institusi belum tentu mampu membalikkan tren pasar.
Baca Juga: Pasar Saham Goncang, Danantara Sebut Valuasi Saham BUMN Rendah dan Menarik Dibeli
“Investor perlu membedakan antara kenaikan yang didorong oleh sentimen dan kenaikan yang ditopang oleh perbaikan kinerja bisnis,” kata Hendra.
Untuk rekomendasi perdagangan, Hendra menetapkan BMRI dengan status trading buy dan target harga Rp 4.100, BBRI dengan target Rp 3.100, BBNI Rp 3.600, TLKM Rp 2.400, serta ANTM Rp 3.000.
Target tersebut merupakan sasaran analisis dan tetap perlu dicermati bersama momentum harga, volume transaksi, serta level support masing-masing saham.
Sementara itu, Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir menegaskan bahwa evaluasi terhadap pasar modal perlu disikapi dengan mendorong transparansi dan tata kelola, tanpa mengabaikan kondisi fundamental perusahaan tercatat.
“Kita juga perlu membedakan persoalan tata kelola pasar dengan fundamental perusahaan. Pasarnya silakan saja dibenahi, tetapi kekuatan bisnis perusahaan Indonesia tetap perlu dilihat secara objektif,” ujar Pandu melalui akun Instagram resminya, @pandusjahrir.
Baca Juga: Danantara Berencana Kantongi 5%-10% Saham BEI Pasca Demutualisasi, Ini Kata Dirut BEI
Pandu juga mengingatkan investor agar tidak menjadikan penurunan harga saham sebagai satu-satunya dasar untuk menilai suatu saham murah.
Menurut dia, kemampuan perusahaan menghasilkan laba, pertumbuhan bisnis, arus kas, utang, dan tata kelola perlu diperhatikan secara bersamaan.
“Jadi intinya nih, lihat kualitas bisnis dan harganya secara bersama. Bukan hanya sentimen pasar,” kata Pandu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














