kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Danantara Mulai Borong Saham di BEI, Cermati Rekomendasi Sejumlah Analis


Sabtu, 24 Oktober 2026 / 16:40 WIB
Danantara Mulai Borong Saham di BEI, Cermati Rekomendasi Sejumlah Analis
ILUSTRASI. IHSG dibuka menguat (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

Co-Founder Alphagate Capital sekaligus mantan Chief Indonesia Strategist J.P. Morgan, Henry Wibowo, menilai investasi Danantara dapat menjadi katalis positif bagi pasar saham Indonesia di tengah tekanan arus dana asing.

Dengan nilai potensial sekitar Rp 18 triliun, tambahan investasi tersebut dinilai cukup signifikan untuk meningkatkan likuiditas pasar.

Henry memperkirakan saham-saham BUMN berpeluang menjadi prioritas awal investasi Danantara.

Meski demikian, emiten swasta yang memiliki fundamental kuat, tata kelola baik, dan prospek pertumbuhan menarik juga berpeluang masuk dalam pertimbangan investasi.

Baca Juga: Danantara Masuk Pasar Saham Saat IHSG Volatile, Ini Sektor yang Bisa Dicermati

Menurut Henry, penguatan basis investor domestik juga dapat didukung oleh peningkatan investasi lembaga dana pensiun negara lainnya, termasuk BPJS Ketenagakerjaan.

Jika dilakukan secara hati-hati dan berdasarkan pertimbangan investasi yang matang, langkah tersebut dapat mengurangi ketergantungan pasar saham Indonesia terhadap dana asing.

Pengamat Pasar Modal Universitas Indonesia Budi Frensidy juga menilai masuknya Danantara berpotensi meredam tekanan jual dan meningkatkan kepercayaan investor.

Namun, langkah tersebut belum cukup untuk menopang IHSG jika aksi jual investor asing masih berlanjut.

Sementara itu, Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama menilai, dalam jangka pendek, saham-saham yang dibeli Danantara berpotensi memperoleh sentimen positif seiring meningkatnya permintaan dan kepercayaan investor.

Kendati demikian, kenaikan harga saham dalam jangka panjang tetap bergantung pada kinerja fundamental emiten.

Baca Juga: Danantara Siap Beli Saham BEI Lewat DIM Usai Demutualisasi Rampung

Pertumbuhan laba, arus kas, kualitas neraca keuangan, tata kelola perusahaan, dan valuasi menjadi faktor yang menentukan keberlanjutan kenaikan harga saham.

Elandry juga mengingatkan sejumlah risiko yang dapat memengaruhi pasar, antara lain perlambatan ekonomi, tekanan nilai tukar rupiah, perubahan suku bunga, volatilitas pasar global, serta keputusan investasi yang tidak sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan komersial.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×