kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Dana asing diproyeksikan deras masuk ke Asia Pasifik termasuk Indonesia daripada AS


Senin, 22 Maret 2021 / 21:19 WIB
Dana asing diproyeksikan deras masuk ke Asia Pasifik termasuk Indonesia daripada AS
ILUSTRASI. Pialang saham mengamati pergerakan saham di MNC Sekuritas Jakarta, Kamis (1/10).Dana asing diproyeksikan deras masuk ke Asia Pasifik termasuk ., daripada AS


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Noverius Laoli

Senada, Head of Investment Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, mengatakan, pasar keuangan Indonesia, khususnya pasar obligasi masih menarik bagi investor asing. Walaupun saat ini pasar obligasi terkoreksi dengan yield Surat Utang Negara (SUN) acuan yang bergerak naik ke 6,7%, Wawan optimistis yield berpotensi menurun ke 6%. 

Dengan Indonesia yang juga masih mengeluarkan stimulus dan tingkat suku bunga yang rendah, tingkat wajar yield obligasi seharusnya berada di sekitar 5,5%. Wawan juga menilai distribusi vaksin di Indonesia lancar dan menambah katalis positif bagi percepatan pertumbuhan ekonomi. 

Baca Juga: Ancang-ancang Taper Tantrum, Jebakan Banjir Likuiditas dari Amerika

Wawan juga optimistis pasar saham Indonesia akan tetap menarik di mata investor asing. Saham Indonesia menarik karena memiliki return of investment yang tinggi. 

Namun, Desmon mengatakan risiko aliran dana asing bisa keluar dari Indonesia maupun kawasan Asia-Pasifik, jika terjadi taper tantrum.

"Ekspektasi pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia itu menarik tetapi di sisi lain taper tantrum AS harus diwaspadai," kata Desmon. Akan menjadi pukulan berat bila terjadi taper tantrum di saat ekonomi belum pulih secara optimal, sementara pasar sudah bergejolak.

Selanjutnya: Risiko menurun, credit default swap (CDS) Indonesia berangsur turun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×