Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah berjangka WTI memangkas kerugian sebelumnya dan ditutup 0,6% lebih tinggi di US$ 59,5 per barel pada hari Senin (12/1). Kenaikan ini didukung oleh ketegangan geopolitik di Iran dan potensi gangguan terhadap produksi sekitar 3,3 juta barel per hari.
Seperti dikutip Trading economics, Selasa (13/1), protes nasional di Iran telah menimbulkan salah satu tantangan terbesar bagi pemerintah dalam beberapa tahun terakhir, mendorong Presiden AS Donald Trump untuk mempertimbangkan "opsi kuat" saat AS memantau situasi tersebut.
Meskipun otoritas Iran mengklaim ketenangan telah dipulihkan, risiko pemogokan oleh pekerja minyak atau serangan terhadap infrastruktur energi regional membuat volatilitas tetap tinggi.
Kekhawatiran atas pasokan telah mengimbangi ekspektasi peningkatan produksi dari Venezuela, yang bersiap untuk melanjutkan ekspor setelah perubahan politik di Caracas.
Risiko tambahan berasal dari Rusia dan Azerbaijan, di mana gangguan dan sanksi dapat memengaruhi arus produksi OPEC+.
Selanjutnya: Kemendag Catat 7.887 Laporan Konsumen
Menarik Dibaca: Biaya Spotify Premium Mahal? Cek Langkah Resmi Pembatalan Akun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













