kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Harga Minyak WTI Fluktuatif pada Awal 2026, Pasar Cermati Gejolak Venezuela dan OPEC+


Selasa, 06 Januari 2026 / 16:57 WIB
Harga Minyak WTI Fluktuatif pada Awal 2026, Pasar Cermati Gejolak Venezuela dan OPEC+
ILUSTRASI. Harga Minyak (REUTERS/Liz Hampton) Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bergerak fluktuatif pada perdagangan awal tahun 2026.?


Reporter: Wafidashfa Cessarry | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID — JAKARTA. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bergerak fluktuatif pada perdagangan awal tahun 2026.

Mengutip Trading Economics, Senin (6/1) pukul 16.01 WIB, harga WTI naik sekitar 0,46%–0,53% ke kisaran US$ 58,5 per barel. Dalam sepekan, harga minyak juga mencatatkan kenaikan sekitar 0,45%.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menjelaskan, pergerakan harga minyak saat ini masih relatif terbatas karena pelaku pasar menimbang dampak perkembangan geopolitik, khususnya di Venezuela.

“Pergerakan tidak begitu signifikan, investor masih menghitung potensi disrupsi pasokan global dari perkembangan di Venezuela,” kata Lukman.

Namun, Lukman menilai risiko gangguan pasokan dari Venezuela cenderung minim mengingat kapasitas produksinya tidak terlalu besar. Justru dalam jangka menengah hingga panjang, pasar mulai mengantisipasi potensi peningkatan produksi apabila perusahaan-perusahaan Amerika Serikat kembali masuk ke Venezuela, meski proses tersebut diperkirakan berlangsung bertahap.

Baca Juga: Fundamental PRAY Tetap Kuat Meski Saham Turun, Simak Rekomendasi BRI Danareksa

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo menambahkan, fluktuasi harga minyak juga dipengaruhi oleh aksi ambil untung investor di tengah kondisi pasokan global yang masih longgar.

“Pasar mulai menyadari bahwa meskipun ada risiko di Venezuela, pasokan global saat ini masih sangat melimpah,” ujarnya.

Memasuki 2026, sentimen utama yang mempengaruhi harga minyak antara lain kebijakan produksi OPEC+, perkembangan geopolitik di Venezuela dan kawasan lain, potensi operasi militer Amerika Serikat, serta tren jangka panjang seperti pertumbuhan kendaraan listrik. Prospek suku bunga The Fed dan dinamika pasar ekuitas global juga turut mempengaruhi sentimen, meski dampaknya dinilai terbatas.

Lukman menilai pergerakan WTI masih cenderung terbatas dengan tekanan ke bawah yang relatif terjaga. Harga minyak diperkirakan sulit menembus level US$ 60 per barel, sementara area US$ 50 dipandang sebagai level penopang kuat. Untuk 2026, kisaran harga WTI diproyeksikan bergerak di rentang US$ 50–55 per barel dengan volatilitas yang tetap tinggi.

Sejalan dengan itu, Sutopo memperkirakan minyak WTI pada 2026 cenderung melemah dalam jangka menengah karena tekanan surplus pasokan masih akan mendominasi.

Berdasarkan konsensus dan proyeksi kuartalan, harga WTI diperkirakan berada di sekitar US$ 58,74 per barel pada akhir kuartal pertama 2026, dengan rata-rata tahunan di kisaran US$ 58–63 per barel, sementara risiko penurunan tetap mengarah ke area US$ 50–55 per barel apabila surplus pasokan global semakin nyata.

Baca Juga: Ekspor Indonesia Turun, Begini Proyeksi Rupiah Besok (7/1)

Selanjutnya: Fundamental PRAY Tetap Kuat Meski Saham Turun, Simak Rekomendasi BRI Danareksa

Menarik Dibaca: 6 Rekomendasi Makanan untuk Mengatasi Hidung Tersumbat saat Flu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×