Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Poundsterling (GBP) merosot ke level terendah dalam tiga bulan di US$ 1,33 pada hari Senin (9/3). Ini memperpanjang koreksi pada pekan lalu, tertekan oleh penguatan dolar AS dan tekanan politik Inggris.
Dolar AS tetap diminati karena ketegangan di Timur Tengah memasuki pekan kedua tanpa tanda-tanda mereda setelah Presiden AS Trump menuntut penyerahan tanpa syarat Teheran.
Seperti dikutip Trading economics, Senin (9/3), hal ini memicu kekhawatiran atas kenaikan harga minyak dan gas, memicu kekhawatiran inflasi dan menyebabkan ekspektasi investor terhadap penurunan suku bunga Bank of England (BoE) bulan ini.
Poundsterling juga menghadapi tekanan tambahan setelah Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer menegaskan kembali keputusannya untuk tidak bergabung dengan serangan awal AS-Israel terhadap Iran, dan lebih menekankan diplomasi.
Selama akhir pekan, Trump menepis laporan bahwa Inggris berencana untuk mengerahkan kapal induk HMS Prince of Wales ke Timur Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













