kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.122.000   -13.000   -0,41%
  • USD/IDR 16.902   8,00   0,05%
  • IDX 7.940   -77,07   -0,96%
  • KOMPAS100 1.111   -13,95   -1,24%
  • LQ45 806   -6,90   -0,85%
  • ISSI 283   -3,09   -1,08%
  • IDX30 427   -2,07   -0,48%
  • IDXHIDIV20 519   1,40   0,27%
  • IDX80 125   -1,34   -1,06%
  • IDXV30 141   0,27   0,19%
  • IDXQ30 137   -0,41   -0,30%

IHSG Tertekan Dampak Konflik Timur Tengah, Sampai Kapan?


Selasa, 03 Maret 2026 / 17:08 WIB
IHSG Tertekan Dampak Konflik Timur Tengah, Sampai Kapan?


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini masih tertekan dampak dari memanasnya konflik di Timur Tengah.

Hari ini, Selasa (3/3), IHSG ditutup turun 0,96% ke level 7.939 pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penurunan juga terjadi pada perdagangan Senin (2/3/2026). Kemarin, IHSG turun 2,65% ke 8.016.

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi berpandangan, IHSG masih rawan terkoreksi akibat sentimen risk-off dan arus keluar dana asing.

Tekanan tersebut bisa bertahan sepanjang pekan ini hingga ada kejelasan skala balasan militer atau potensi gencatan senjata.

“Support psikologis IHSG terdekat di 8.000-7.900,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga: IHSG Ditutup Melemah ke 7.939,7 Hari Ini (3/3), Top Losers LQ45: UNVR, MDKA, AMMN

Emiten blue chip, terutama sektor perbankan big caps, menjadi pemberat utama pergerakan IHSG hari ini. “Sebab, emiten blue chip menjadi sasaran likuidasi asing untuk beralih ke aset safe haven, seperti dolar atau obligasi Amerika Serikat (AS),” ungkapnya.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus bilang, tak hanya IHSG, hampir seluruh pasar global terkena dampak dari konflik Timur Tengah ini.

Selain itu, meskipun secara tidak langsung, kenaikan harga komoditas dunia, khususnya gas dan minyak serta energi, akan mempengaruhi keadaan fiskal Indonesia.

“Oleh sebab itu, situasi dan kondisi yang ada sekarang tentu tidak menguntungkan bagi Indonesia yang tengah menjadi sorotan akan disiplin fiskal,” ujarnya kepada Kontan, Selasa.

Nico melihat, sektor energi hari ini ikut mengalami pelemahan, meskipun sempat melesat pada perdagangan Senin kemarin.

Hal ini disebabkan oleh semakin khawatirnya pelaku pasar dan investor terkait perang yang akan terjadi berkelanjutan, bahkan berpotensi hingga empat pekan lamanya.

Sektor yang bisa diperhatikan di tengah sentimen ini pun adalah sektor yang berbasis bisnis emas. Sebab, harga emas saat ini tengah mengalami kenaikan akibat tensi geopolitik. Selain itu, data inflasi produsen di AS juga mengalami kenaikan.

“Artinya, inflasi secara umum bisa naik dan akan mengecilkan potensi peluang penurunan tingkat suku bunga The Fed yang diharapkan oleh pelaku pasar dan investor,” katanya.

Baca Juga: Saham Emiten Energi Kompak Turun pada Perdagangan Selasa (3/3)

Di tengah kondisi saat ini, investor disarankan untuk memiliki sektor yang defensif.

Menurut Wafi, investor sebaiknya menghindari agresivitas beli saat lagi turun sampai tekanan jual mereda.

“Sektor yang bisa diperhatikan adalah Hulu Migas dan Pertambangan Emas yang berkorelasi positif dengan kenaikan tensi geopolitik,” ungkapnya.

Wafi pun menyarankan investor untuk memperhatikan saham MEDC, ELSA, ANTM, dan PGAS dengan target harga masing-masing Rp 2.650 per saham, Rp 1.350 per saham, Rp 5.000 per saham, dan Rp 2.700 per saham.

Menurut Nico, investor bisa memilih sektor yang defensif dan memiliki korelasi baik dengan konflik yang terjadi.

Selain itu, apabila pelaku pasar dan investor tidak suka dengan saham yang memiliki volatilitas tinggi, wait and see merupakan pilihan sembari menantikan penguatan saham-saham yang murah dan memiliki valuasi bagus.

“Namun, apabila suka dengan volatilitas, ikut masuk merupakan sebuah kesempatan. Tapi perhatikan tingkat risiko dari masing-masing investor,” ungkapnya.

Nico pun merekomendasikan beli untuk ANTM dengan target harga Rp 4.950 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×