kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Daftar MI Tanpa Dana Kelolaan Masih Panjang


Selasa, 02 September 2008 / 21:46 WIB


Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Test Test

JAKARTA. Di tengah usaha Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) membenahi industri reksadana, ternyata, masih banyak manajer investasi yang bermalas-malasan. Buktinya, berdasarkan data terbaru Bapepam-LK, hingga Juni 2008 lalu, dari total 103 MI yang mengantongi izin, masih ada 13 MI yang tak mengelola dana secuil pun.

Mereka yang menganggur itu antara lain adalah: PT Abacus Capital Indo, PT AM Capital Indonesia, PT Credit Suisse Investment Management Indonesia, PT Danpac Asset Management, dan PT Lippo Securities. Ada pula PT Masindo Artha Securities, PT Optima Kharya Capital Securities, PT Republic Fund, Falcon Asia Resources Managemen, Asia Kapitalindo Securities, dan Brahma Capital. Selain itu, tercantum pula nama PT AIM Investment Management. Namun, 24 Juli 2008 lalu, Bapepam-LK telah mencabut izin MI milik AIM. Falcon Asia, Asia Kapitalindo, dan Brahma Capital, saat ini, telah membuat produk reksadana dan sedang menunggu izin efektif dari Bapepam-LK.

Namun, ada pula MI yang belum berniat menerbitkan produk reksadana. Salah satunya adalah Abacus Capital Indo. Menurut Arif Budiman, Associate Director Abacus, penerbitan reksadana membutuhkan lebih banyak tenaga pendukung (back office). Selain itu, "Kami melihat pengelolaan discretionary fund masih memberikan keuntungan yang lebih baik," ujar Arif, Selasa (2/8).

Sebagai catatan, pada Januari 2008, dana kelolaan Abacus masih Rp 70,21 miliar. Semua dana kelolaan ini merupakan discretionary fund. Namun, di akhir Juni lalu, dana kelolaan Abacus sama sekali tak tersisa.

Menurut Arif, hal itu terjadi karena ada pengalihan dana investor. "Produk discretionary fund yang sebelumnya ditarik oleh investornya," jelasnya. Saat ini, Arif bilang, Abacus sedang menggodok discretionary fund baru untuk investor tersebut.

Melihat kondisi ini, Kepala Biro Pengelolaan Investasi Bapepam-LK Djoko Hendratto bilang, Bapepam-LK masih terus membina para MI yang belum menjalankan fungsinya sebagai pengelola dana masyarakat. Djoko juga memperingatkan MI yang tidak mau menjalankan fungsinya. "Kalau mereka memang tidak mau dibina, lihat saja nanti," ancam Djoko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×