kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Cucu usaha Barito Pacific (BRPT) dapat investor baru anak usaha Samko Timber


Kamis, 19 September 2019 / 16:52 WIB

Cucu usaha Barito Pacific (BRPT) dapat investor baru anak usaha Samko Timber


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. JAKARTA. Cucu usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yakni PT Sumber Graha Maluku (SGM), anak usaha dari PT Barito Wanabinar Indonesia (BWI) yang merupakan anak usaha BRPT mendapat investor baru. Hal itu terungkap dari laporan BRPT kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 18 September 2019.

Mengutip keterbukaan informasi di BEI, BRPT melaporkan bahwa anak usahanya BWI telah menandatangani perjanjian penyetoran saham (Shares subscription agreement) dan perjanjian pemegang saham (Shareholders Agreement) dengan PT Sumber Graha Sejahtera (SGS). 

Baca Juga: IHSG menguat mendekati level 6.300 pada akhir perdagangan sesi I

SGS merupakan anak usaha Samko Timber Limited (Singapura), perusahaan publik yang terdaftar di SGX-ST di Singapura, yang memiliki pengalaman dan kegiatan usaha di bidang industri dan pengolahan kayu lapis (plywood).

"Perjanjian kerjasama ini baru akan berlaku efektif setelah Samko memperoleh persetujuan dari SGX-ST, Singapura dan rapat umum pemegang saham Samko," bunyi laporan yang diteken Wakil Direktur Utama BRPT Rudy Suparman dan Direktur Independen BRPT David Kosasih.

Laporan tersebut menjelaskan, bila perjanjian dengan SGS berlaku maka SGS akan melakukan penyertaan saham ke SGM dengan cara mengambil bagian seluruh saham baru yang akan dikeluarkan oleh SGM.

"Seluruh hasil yang diperoleh dari penerbitan saham baru tersebut akan dipergunakan oleh SGM untuk melaksanakan kegiatan usaha SGM dan entitas anak di bawah SGM," bunyi laporan BRPT.

Baca Juga: IHSG menguat tipis pada awal perdagangan Rabu (4/9)

Setelah SGS (atau pihak lain yang ditunjuk oleh SGS) masuk menjadi pemegang saham di dalam SGM, maka kepemilikan saham BWI di dalam SGM akan terdiluasi menjadi sebear 49%, sedangkan sisanya 51% akan dimiliki SGS.

Rencana kerjasama dengan SGS yang akan dilakukan oleh perseroan melalui BWI dan bertujuan memanfaatkan aset-aset kehutanan yang sudah lama tidak beroperasi serta bekerjasama dengan pihak ketiga pemodal untuk mengelola dan mengoperasikan aset-aset kehutanan tersebut.

Nantinya, nilai keseluruhan aset kehutanan menjadi obyek dari perjanjian dengan SGS tersebut tidak bersifat material bagi perseroan. Dengan demikian, transaksi tersebut tidak akan menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan.

Managemen BRPT berharap kerajsama ini dapat membantu BRPT untuk lebih fokus melakukan kegiatan penanaman modal dan pengembangan usaha perseroan di bidang energi dan industri petrokimia yang sudah berjalan sampai saat ini.


Reporter: Noverius Laoli
Video Pilihan


Close [X]
×