kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.910   40,00   0,22%
  • IDX 5.662   -158,96   -2,73%
  • KOMPAS100 731   -21,13   -2,81%
  • LQ45 557   -15,85   -2,77%
  • ISSI 196   -4,87   -2,42%
  • IDX30 317   -8,35   -2,57%
  • IDXHIDIV20 392   -9,38   -2,34%
  • IDX80 83   -2,44   -2,85%
  • IDXV30 106   -1,97   -1,82%
  • IDXQ30 103   -2,28   -2,17%

CPO turun, SSMS mengaku masih punya margin besar


Selasa, 23 Juni 2015 / 17:35 WIB


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) terus memupuk tanaman sawitnya. Sampai Mei, produksi Tandan Buah Segar (TBS) SSMS tumbuh 12,4% ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara, produksi crude palm oil (CPO) pada 5 bulan pertama 2015 mencapai 330.000 ton. "Banyak kontribusi karena 2 perusahaan yang baru diakuisisi sangat produktif. Usia tanaman relatif muda," kata Direktur Utama SSMS Rimbun Situmorang, Selasa, (23/6).

Sekedar informasi, SSMS baru saja mengakuisisi PT Tanjung Sawit Abadi (TSA) dan PT Sawit Multi Utama (SMU) pada awal tahun ini. Akuisisi tersebut bernilai Rp 1,54 triliun.

Rimbun mengakui harga CPO masih mengalami tekanan. Pasalnya, permintaan CPO tak terlalu menggembirakan. Direktur Keuangan SSMS Hari Nadir menyebut bahwa rata-rata harga CPO SSMS di bulan Mei adalah Rp 7.300 per ton atau sekitar US$ 500 sampai US$ 560 per ton.

Hari menyebut, SSMS tetap mampu mengelola struktur biaya. Menurutnya, biaya SSMS berkisar antara US$ 235 sampai US$ 250 juta per ton. "Margin SSMS masih besar. Dengan harga rendah saat ini, perusahaan yang tak bisa menjaga biaya, menjadi masalah," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×