CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Cikarang Listrindo (POWR) Kecipratan Permintaan Listrik Data Center, Kantongi 274 MW


Sabtu, 12 September 2026 / 07:55 WIB
Cikarang Listrindo (POWR) Kecipratan Permintaan Listrik Data Center, Kantongi 274 MW
ILUSTRASI. Kontan - Cikarang Listrindo advertorial Online (Dok/Cikarang Listrindo)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) berpeluang mencatat kinerja yang lebih baik pada semester II-2026. Pemulihan pasokan gas yang sudah kembali normal akan menopang penjualan listrik, sementara lonjakan kebutuhan listrik dari industri data center membuka ruang pertumbuhan baru bagi POWR.

Analis Indo Premier Sekuritas Aurelia Barus dalam riset 10 September 2026 mengatakan, pemulihan kinerja POWR pada paruh kedua tahun ini terutama ditopang oleh normalisasi pasokan gas yang sebelumnya sempat mengganggu penjualan listrik kepada PLN.

"Masalah pasokan gas telah sepenuhnya terselesaikan pada April 2026, sehingga normalisasi pasokan diperkirakan mulai tercermin pada kuartal III-2026," ujar Aurelia dalam risetnya.

Baca Juga: IHSG Turun 0,72% ke 6.541, Cermati Saham yang Banyak Diborong Asing di Akhir Pekan

Sebagai informasi, Cikarang Listrindo merupakan perusahaan penyedia listrik swasta yang memasok kebutuhan listrik di lima kawasan industri. Perusahaan ini juga melihat industri data center sebagai salah satu sektor yang berkembang pesat di wilayah operasionalnya.

Pada semester I-2026, pendapatan POWR mencapai US$ 275 juta, naik 1,3% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut ditopang pelanggan industri yang meningkat 7,8%. Namun, penjualan listrik kepada PLN turun 37,4% akibat persoalan pasokan gas yang mulai muncul sejak semester II-2025.

Pasokan gas dari PGAS telah pulih pada akhir 2025, sementara pasokan dari Pertamina EP diperkirakan kembali sepenuhnya pada April 2026. Dengan demikian, manajemen memperkirakan kinerja semester II-2026 akan lebih kuat, didukung basis rendah pada semester II-2025 dan pasokan gas yang telah kembali normal.

Dari sisi laba, EBITDA semester I-2026 mencapai US$96,3 juta, tumbuh 7% secara tahunan. Sementara laba bersih inti tercatat US$37,1 juta, turun 6,3%.

Selain pemulihan pasokan gas, Aurelia melihat permintaan listrik dari data center menjadi peluang pertumbuhan penting bagi POWR.

Pertumbuhan permintaan pelanggan industri pada semester I-2026 sebagian besar berasal dari sektor data center. Sekitar 60% dari tambahan permintaan industri pada periode tersebut berasal dari sektor ini.

Hingga semester I-2026, kapasitas data center yang telah dikontrak POWR mencapai 274 megawatt (MW), meningkat 47 MW dibandingkan akhir 2025. Kapasitas tersebut setara sekitar 12% dari total konsumsi pelanggan industri POWR.

POWR menargetkan kapasitas listrik untuk data center mencapai 303 MW pada 2026. Target tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 385 MW pada 2027, atau tumbuh 27% secara tahunan.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat Jumat (11/9), S&P 500 Naik 0,59% di Tengah Inflasi AS

Dalam jangka panjang, kapasitas tersebut berpotensi mencapai 447 MW pada 2030. Artinya, kapasitas listrik untuk data center diperkirakan tumbuh dengan CAGR sekitar 25% sepanjang 2025–2030.

Jika target tersebut tercapai, data center akan menyumbang sekitar 20% dari total konsumsi pelanggan industri POWR pada 2030.

"Permintaan data center yang terus meningkat memberikan potensi kenaikan terhadap target saat ini. Berdasarkan diskusi kami dengan manajemen, masih terdapat sejumlah inquiry tambahan dari sektor data center," kata Aurelia.

Besarnya peluang dari data center juga didukung oleh kemampuan POWR untuk menambah kapasitas apabila permintaan melampaui target yang telah ditetapkan.

Aurelia mengatakan, manajemen POWR masih lebih condong melakukan ekspansi pembangkit listrik berbasis gas jika kebutuhan tambahan kapasitas benar-benar diperlukan.

Selain itu, POWR masih memiliki lahan yang belum dikembangkan di sejumlah wilayah operasionalnya. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi perseroan untuk melakukan ekspansi apabila pertumbuhan permintaan listrik, khususnya dari data center, lebih tinggi dari perkiraan.

Dari sisi keuangan, ruang ekspansi POWR juga masih cukup kuat. Hingga semester I-2026, utang perseroan tercatat US$ 343 juta dengan net gearing sebesar 0,3 kali.

POWR juga memiliki kas US$124 juta dan investasi sekitar US$ 174 juta. Menurut Aurelia, posisi tersebut memberikan kapasitas pendanaan yang memadai untuk mendukung ekspansi jika kebutuhan listrik data center terus meningkat.

Di tengah peluang pertumbuhan tersebut, POWR juga masih menawarkan prospek pembagian dividen yang menarik.

Pada periode 2020–2025, dividend payout ratio (DPR) POWR berada di kisaran 73%–96%. Untuk ke depan, manajemen tetap mempertahankan panduan DPR sebesar 60%.

Baca Juga: IHSG Terkoreksi 1,43% di Pekan Ini, Simak Proyeksi di Pekan Depan

Saat ini, saham POWR diperdagangkan pada valuasi sekitar 11,2 kali price to earnings ratio (P/E), atau sekitar satu standar deviasi di atas rata-rata jangka panjang.

Dengan demikian, pemulihan pasokan gas pada semester II-2026 dan pertumbuhan permintaan listrik dari data center menjadi dua katalis utama yang berpotensi menopang kinerja POWR ke depan. Permintaan data center yang berpotensi melampaui target juga membuka peluang bagi perseroan untuk mempercepat ekspansi kapasitas.

Aurelia tidak memberi rekomendasi atas saham POWR. Data Bloomberg hanya satu analis yang memberi rekomendasi saham POWR yakni Chandra Pasaribu yang menyarankan beli saham POWR dengan target harga Rp850 per saham.

Target harga tersebut di atas harga di pasar sekunder. Di mana pada Jumat (11/9/2026) saham POWR ditutup di Rp 995 per saham atau naik 1,02% dari hari sebelumnya. Sedangkan dalam sepekan saham POWR telah naik 10,56%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×