kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Chandra Asri Petrochemical (TPIA) bukukan kerugian US$ 17,83 juta di kuartal I 2020


Jumat, 05 Juni 2020 / 13:05 WIB
ILUSTRASI. Pekerja melakukan monitoring pembangunan pabrik Polyethylene (PE) baru berkapasitas 400 ribu ton per tahun di kompleks petrokimia terpadu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) di Cilegon, Banten, Selasa, (18/6/2019). Seiring tingginya kebutuhan pasar do


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

Hal ini disebabkan karena volume bahan baku yang lebih tinggi sebagai akibat dari peningkatan kapasitas produksi, namun diimbangi dengan penurunan harga Naphtha yang lebih rendah, yakni US$ 521 per metric ton (MT).

Turunnya harga naphtha didorong oleh harga minyak mentah Brent yang turun 20% secara year-on-year (YoY) menjadi rata-rata US$ 50 per barel (dibandingkan US$ 63 per barel di kuartal I-2019).

Baca Juga: Chandra Asri (TPIA) dapat pinjaman berjangka senilai US$ 70 juta dari Bank Permata

“Kinerja kuartal pertama 2020 kami sebagian besar dibentuk oleh lingkungan makro yang menantang, margin petrokimia yang ketat, dan pelemahan permintaan terutama di pasar domestik China karena pandemi Covid-19,” papar Suryandi, Direktur SDM Urusan Korporat sekaligus Sekretaris Perusahaan Chandra Asri.

Per 31 Maret 2020, jumlah aset TPIA mencapai US$3,40 miliar. Jumlah ini terdiri atas liabilitas senilai US$ 1,66 miliar dan ekuitas senilai US$ 1,73 miliar. Adapun kas dan setara kas Chandra Asri berada di posisi US$ 624 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×