kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.743.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 18.200   150,00   0,83%
  • IDX 5.342   -252,63   -4,52%
  • KOMPAS100 698   -37,93   -5,15%
  • LQ45 527   -30,67   -5,50%
  • ISSI 185   -9,94   -5,11%
  • IDX30 298   -17,74   -5,61%
  • IDXHIDIV20 370   -21,50   -5,49%
  • IDX80 79   -4,39   -5,24%
  • IDXV30 102   -4,22   -3,96%
  • IDXQ30 96   -6,26   -6,12%

CFX Hadirkan Indeks CFX10, Investor Kini Punya Acuan Kondisi Pasar Kripto


Senin, 08 Juni 2026 / 23:17 WIB
CFX Hadirkan Indeks CFX10, Investor Kini Punya Acuan Kondisi Pasar Kripto
ILUSTRASI. UU P2SK Disahkan, Begini Respons OJK dan Bursa Kripto (KONTAN/Vatrischa Putri)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa kripto Indonesia, PT Central Finansial X (CFX) resmi meluncurkan indeks kripto bernama CFX10. Indeks ini menjadi yang pertama di industri aset kripto nasional dan diharapkan dapat menjadi acuan bagi investor dalam membaca arah pergerakan pasar kripto domestik.

Direktur Utama CFX, Subani, mengatakan selama ini pelaku pasar kripto di Indonesia belum memiliki indikator yang mampu menggambarkan kondisi pasar secara keseluruhan. 

"Selama ini industri kripto di Indonesia belum memiliki harga acuan yang menggambarkan kondisi pasar secara keseluruhan. Satu token bisa menunjukkan kondisi yang berbeda dengan token lainnya," ujar Subani pada agenda CFX Crypto Conference (CCC) 2026 di Jakarta, Senin, (8/6/2026).

Ia menjelaskan, CFX10 terdiri dari 10 aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar yang diperdagangkan di ekosistem anggota bursa CFX. 

Baca Juga: CFX Dorong Inovasi Ekosistem Kripto Lewat Konferensi Kripto

Berdasarkan laman resemi CFX, 10 aset kripto tersebut, di anataranya Bitcoin, Ethereun, BNB, XRP, Solana, TRON, Dogecoin, Hyperliquid, Bitcoin Cash, dan Cardano.

Berbeda dengan indeks global yang umumnya menggunakan data dari berbagai bursa internasional, CFX10 disusun berdasarkan data transaksi yang terjadi di seluruh anggota bursa CFX.

Menurutnya, pendekatan tersebut membuat indeks lebih relevan untuk menggambarkan kondisi pasar kripto di Indonesia.

"Data yang digunakan berasal dari konsolidasi seluruh anggota bursa CFX sehingga diharapkan dapat mencerminkan kondisi pasar domestik secara lebih akurat," kata Subani.

Selain itu, CFX menerapkan metode pembobotan berdasarkan kapitalisasi pasar dengan batas maksimum bobot tertentu. Langkah ini dilakukan untuk mencegah dominasi satu aset kripto terhadap pergerakan indeks.

"Kami ingin memastikan tidak ada satu token yang menggerakkan indeks secara berlebihan sehingga indeks tetap mampu mencerminkan kondisi pasar secara keseluruhan," ujar Subani.

Baca Juga: Bursa CFX Hadirkan Laporan Bulanan Perkembangan Industri Kripto

CFX juga akan melakukan evaluasi dan penyesuaian konstituen indeks secara berkala setiap tiga bulan untuk menjaga relevansi indeks terhadap perkembangan pasar.

Ke depan, CFX membuka peluang pengembangan indeks sektoral yang lebih spesifik, seperti indeks untuk stablecoin maupun memecoin. Selain itu, tidak menutup kemungkinan indeks tersebut menjadi dasar pengembangan produk derivatif di masa mendatang.

Meski demikian, Subani menegaskan saat ini fungsi utama CFX10 masih sebagai penyedia informasi dan indikator pasar bagi investor.

"Fokus kami saat ini adalah menjadikan CFX10 sebagai acuan bagi investor untuk melihat arah pergerakan pasar kripto secara keseluruhan. Ke depan tentu ada peluang pengembangan produk lain yang berbasis indeks ini," kata Subani.

CFX berharap kehadiran indeks tersebut dapat meningkatkan transparansi pasar sekaligus membantu edukasi investor dalam memahami dinamika industri kripto di Indonesia.

Baca Juga: Dongkrak Transaksi, CFX Pangkas Biaya Transaksi Kripto di Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×