kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Cermati IHSG Saat di Tengah Penurunan Kinerja dan Sentimen Negatif


Rabu, 12 Juni 2024 / 05:30 WIB
Cermati IHSG Saat di Tengah Penurunan Kinerja dan Sentimen Negatif
ILUSTRASI. Karyawan melintas dekat grafik neon simbol perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (6/5). KONTAN/Cheppy A Muchlis


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

Melansir RTI, asing melego saham BBRI sebesar Rp 273,9 miliar. BBCA dilego asing sebesar Rp 239,6 miliar. BBNI dilego asing Rp 156,6 miliar. Sementara, BMRI dilego asing Rp 49,3 miliar.

Saham BREN yang harganya tertekan dalam beberapa hari terakhir juga membuat kinerja IHSG melemah, karena kapitalisasi pasar Perseroan yang besar.

Meskipun begitu, Daniel tidak melihat mekanisme FCA bikin investor malas bertransaksi. Sebab, saham yang ada di dalam PPK cenderung berkapitalisasi pasar kecil dan hanya berjumlah sekitar 230 saham. 

“Sepinya pasar lebih diakibatkan investor yang cenderung wait and see,” tuturnya. 

Baca Juga: Inilah Saham Blue Chip Yang Banyak Dibeli Asing Saat IHSG Turun ke 6.947 Rabu (5/6)

Di sisi lain, investor juga sedang menunggu momentum pemotongan suku bunga oleh FOMC.  “Kinerja keuangan beberapa emiten di kuartal I 2024 juga cenderung kurang sesuai ekspektasi, sehingga investor cenderung melakukan aksi profit taking sembari menunggu kebijakan ekonomi di era kepresidenan yang baru,” paparnya.

Daniel pun memproyeksikan IHSG akan turun hingga level 6.700-6.800 di akhir Juni 2024. “Investor saat ini bisa wait and see terlebih dulu sambil menunggu masuknya kembali aliran dana asing,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×