kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Cemas krisis Eropa memburuk, harga CPO rontok


Rabu, 16 Mei 2012 / 12:46 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi PPKM DKI Jakarta. KONTAN/Baihaki/8/4/2021


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

KUALA LUMPUR. Harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO) rontok, setelah kemarin sempat naik signifikan. Harga komoditas termasuk, minyak sawit bertumbangan setelah para pemimpin Yunani gagal membentuk pemerintahan baru. Kondisi tersebut mencuatkan kekhawatiran krisis Eropa akan memburuk, sehingga menyurutkan permintaan untuk komoditas.

Kontrak CPO untuk pengiriman Juli di Malaysia Derivatives Exchange sempat tumbang 1,6% ke RM 3.175 atau setara US$ 1.019 per metrik ton, sebelum mengakhiri sesi perdagangan pagi di RM 3.179. Padahal, kemarin harganya melesat hingga 2,4%, karena spekulasi melonjaknya permintaan jelang bulan Ramadhan.

Pasca pemilu, upaya untuk membentuk pemerintah di Yunani menemui jalan buntu. Kemarin, Presiden Karolos Papoulias gagal membentuk pemerintah koalisi dalam pertemuan dengan pemimpin partai di Athena. Yunani menjadwalkan pemilu baru pada awal Juni 10.

Sementara, Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengusulkan referendum untuk menentukan posisi Yunani di euro.

Alan Lim Seong Chun, analis dari Kenanga Investment Bank Bhd. menyebut, pasar akan menunggu hingga ada kepastian politik di Yunani. "Mereka akan menunggu Yunani
memiliki pemerintahan, dan apakah pemerintah baru akan pro penghematan atau tidak, serta apakah Yunani akan keluar dari euro," urainya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×