kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.737   -81,00   -0,45%
  • IDX 6.294   286,14   4,76%
  • KOMPAS100 839   45,12   5,68%
  • LQ45 630   32,56   5,45%
  • ISSI 215   8,74   4,24%
  • IDX30 356   17,46   5,15%
  • IDXHIDIV20 437   19,60   4,69%
  • IDX80 95   5,10   5,69%
  • IDXV30 117   3,95   3,49%
  • IDXQ30 114   5,35   4,91%

CDS Indonesia melonjak seiring munculnya varian baru Covid-19


Senin, 29 November 2021 / 20:42 WIB
ILUSTRASI. CDS Indoensia tenor 10 tahun melonjak naik 8,19% ke level 156,49.


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Muncul varian virus baru Covid-19 bernama omicron. Persepsi risiko atawa premi credit default swap (CDS) Indonesia jadi meningkat. Mengutip Bloomberg, Jumat (26/11), CDS Indoensia tenor 10 tahun melonjak naik 8,19% ke level 156,49. 

Director & Chief Investment Officer Fixed Income Manulife Aset Manajemen Ezra Nazula mengatakan level CDS melonjak naik karena dipengaruhi kondisi risk off setelah vairan baru Covid-19 muncul. Ezra berharap sentimen ini hanya akan sementara membuat CDS naik. 

"Saat kemarin varian delta muncul lalu ada kajian yang lebih detail, harapannya ketidakpastian akan berlalu dan investor dapat mencerna serta memposisikan portofolio lebih leluasa lagi dan CDS dapat turun kembali," kata Ezra, Senin (29/11). 

Baca Juga: Aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan Rp 18,59 triliun sepanjang 2021

Selain itu, CDS berpotensi turun kembali karena kondisi makro Indonesia secara relatif masih sangat kuat dibanding negara lain. 

Sementara, dampak kenaikan CDS ini memang berpotensi membuat yield obligasi naik tipis. Namun, Ezra kembali lagi tetap optimistis kenaikan CDS saat ini hanya sementara. "Setelah volatilitas reda, CDS dan yield bisa turun kembali ke level 6% di tengah pemerintah yang kini tidak lagi menerbitkan surat utang sampai akhir tahun ini," kata Ezra. 

Sedangkan, Head of Investment Research Infovesta Wawan Hendrayana mengatakan CDS naik juga dipengaruhi sentimen estimasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang lebih cepat. Wawan juga memproyeksikan CDS Indonesia akan kembali turun seiring data ekonomi Indonesia terus membaik. 

Baca Juga: Masih penuh ketidakpastian, LPEM FEB UI imbau BI tahan suku bunga acuan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×