kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bursa Wall Street: Dow Jones Turun, Investor Tunggu Data Inflasi AS


Selasa, 09 Mei 2023 / 06:07 WIB
Bursa Wall Street: Dow Jones Turun, Investor Tunggu Data Inflasi AS
ILUSTRASI. Bursa Wall Street ditutup bervariasi pada Senin (8/5). Namun, indeks Dow Jones memerah setelah reli yang kuat di sesi sebelumnya karena investor mengalihkan fokus ke pembacaan inflasi Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan ini.


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Bursa Wall Street ditutup bervariasi pada Senin (8/5). Namun, indeks Dow Jones memerah setelah reli yang kuat di sesi sebelumnya karena investor mengalihkan fokus ke pembacaan inflasi Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan ini.

Senin (8/5), indeks Dow Jones Industrial Average turun 55,69 poin atau 0,17% menjadi 33.618,69.

Lalu, indeks S&P 500 naik 1,87 poin atau 0,05%, menjadi 4.138,12 dan Nasdaq Composite menguat 21,50 poin atau 0,18% menjadi 12.256,92.

Hampir sepanjang hari, perdagangan saham berjuang untuk mendapatkan arah di tengah laba yang mengecewakan dari Tyson Foods dan Catalent dan rebound jangka pendek saham bank-bank regional.

Saham Catalent Inc anjlok 25,74% karena produsen obat kontrak melihat pendapatan dan laba inti yang lebih rendah pada tahun 2023. Sementara saham Tyson Foods merosot 16,41% karena kerugian kuartal kedua yang mengejutkan dan penurunan perkiraan pendapatan tahunannya.

Baca Juga: Wall Street Turun Hari Ini, Pasar Menunggu Rilis Data Penting AS Sepanjang Pekan

Rebound saham pemberi pinjaman regional kehabisan tenaga pada tengah hari dan indeks saham Perbankan Regional KBW ditutup turun 2,82%.

Perjuangan untuk arah yang lebih jelas muncul setelah reli pada hari Jumat, ketika data pekerjaan AS menunjukkan pasar tenaga kerja yang tangguh.

"Setiap kali Anda mengalami hari besar, orang membutuhkan lebih banyak berita baik untuk menjaga pasar tetap naik setiap hari berturut-turut," kata manajer portofolio Moez Kassam dari Anson Funds seperti dikutip Reuters.

Sorotan minggu ini akan tertuju pada pembacaan inflasi Departemen Tenaga Kerja pada hari Rabu nanti. Indeks harga konsumen (CPI) kemungkinan naik 0,4% pada bulan April setelah naik 0,1% pada bulan Maret.

Harga produsen, klaim pengangguran mingguan, dan data sentimen konsumen semuanya akan dirilis minggu ini.

Data minggu ini akan membantu investor mengukur apakah siklus pengetatan agresif Federal Reserve - termasuk kenaikan 25 basis poin terbaru minggu lalu - membantu meredam inflasi serta apakah kekhawatiran stagflasi ditemukan.

"Gambaran yang lebih besar adalah inflasi akan tetap tinggi lebih lama dan kita sedang menuju resesi," Michael James, direktur pelaksana perdagangan ekuitas di Wedbush Securities.

Baca Juga: Mengulik Kinerja Perusahaan Teknologi Dunia, Apple yang Terbesar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×