kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Bursa Asia naik mengikuti jejak Wall Street, dolar AS melemah Kamis pagi


Kamis, 12 Agustus 2021 / 08:18 WIB
Bursa Asia naik mengikuti jejak Wall Street, dolar AS melemah Kamis pagi
ILUSTRASI. Bursa Asia


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa saham Asia-Pasifik melonjak pada awal perdagangan hari Kamis (12/8). Mengikuti jejak Wall Street yang kembali mencatatkan level tertinggi setelah data menunjukkan inflasi tidak seburuk yang ditakuti.

Di sisi lain, dolar Amerika Serikat (AS) melemah dan mata uang Asia naik. Melansir CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,58% dan Topix naik 0,73%.

Di Korea Selatan, Kospi sedikit naik. Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,26%.

Hari ini, Taiwan’s Hon Hai Precision Industry atau dikenal sebagai Foxconn dijadwalkan merilis laporan kuartalannya.

Pasar akan terus memantau situasi Covid-19 setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan kasus global dapat melewati 300 juta pada awal tahun depan jika pandemi berlanjut ke arah saat ini.

Baca Juga: Wall Street: Perlambatan pertumbuhan inflasi bawa Dow Jones dan S&P 500 tembus rekor

Proyeksi itu muncul hanya sepekan setelah WHO melaporkan 200 juta kasus Covid-19 di seluruh dunia dan enam bulan setelah dunia mencapai 100 juta kasus.

Sementara itu, Korea Selatan melaporkan rekor harian baru lebih dari 2.200 kasus, menteri kesehatannya mengatakan Rabu, menurut Reuters.

Di Australia, Melbourne memperpanjang pengunciannya satu minggu lagi karena berjuang untuk menahan varian delta yang sangat menular.

Semalam, Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 naik setelah inflasi melonjak lebih rendah dari yang dikhawatirkan investor.

Indeks acuan Dow Jones naik 220,30 poin atau 0,6% menjadi 35.484,97, ditutup pada rekor baru. Indeks S&P 500 diperdagangkan naik 0,2% menjadi 4.447,70, juga mencatat rekor tertinggi sepanjang masa.

Sementara, Nasdaq Composite yang sarat teknologi tergelincir lebih dari 0,1% menjadi 14.765,14.

Mata uang Asia

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun ke 92,889 dari level di atas 93,1 kemarin.

"Dolar AS diperdagangkan lebih rendah terhadap semua mata uang utama setelah laporan inflasi AS menunjukkan harga konsumen melambat di bulan Juli," tulis Kathy Lien, salah satu pendiri 60Second Investor, dalam sebuah catatan.

Dolar Australia dan Selandia Baru paling diuntungkan dari pelemahan dolar AS dan reli risk-on, katanya.

Baca Juga: Bursa segera dibuka, simak proyeksi IHSG untuk hari ini (12/8)

Pada Kamis pagi, dolar Australia berpindah tangan pada US$0,7372, menguat dari level di atas US$0,732 yang terlihat kemarin. Dolar Selandia Baru berada di 0,7041, dari level di bawah 0,70 yang terlihat di awal minggu.

“Ketahanan AUD mengejutkan dengan pemerintah memperpanjang penguncian di Sydney dan Melbourne setelah jumlah kasus baru COVID-19 di Sydney mencapai rekor tertinggi baru,” tulis Lien.

Sementara itu, yen Jepang diperdagangkan pada 110,34, menguat dari level di atas 110,7 sehari sebelumnya.

Harga minyak sedikit berubah

Harga minyak sedikit berubah di pagi hari jam Asia. Minyak mentah Brent diperdagangkan datar menjadi US$71,44 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada tepat di bawah garis datar untuk diperdagangkan pada US$69,24 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×