kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.719   -99,00   -0,56%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Bursa Asia Menguat Pada Perdagangan Jumat (3/6) Pagi


Jumat, 03 Juni 2022 / 08:32 WIB
ILUSTRASI. Bursa Asia. REUTERS/Kim Kyung-Hoon/File Photo


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia dibuka menguat pada perdagangan Jumat (3/6) pagi. Pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 naik 252,23 poin atau 0,92% ke 27.771,32, Kospi naik 5,78 poin atau 0,25% ke 2.665,27, ASX 200 naik 54,26 poin atau 0,75% ke 7.229,70, Straits Times naik 15,43 poin atau 0,50% ke 3.243,11 dan FTSE Malaysia naik 0,22 poin atau 0,01% ke 1.550,12.

Bursa Asia menguat setelah saham AS menghentikan penurunan dua hari menjelang laporan pekerjaan utama karena para trader mempertimbangkan prospek inflasi dan pertumbuhan.

Saham di Jepang, Korea dan Australia naik. Pasar di Hong Kong dan China tutup, dimana para pejabat berjanji untuk melaksanakan kebijakan pemerintah untuk merangsang ekonomi.

Baca Juga: Bursa Asia Melemah Pada Perdagangan Kamis (2/6) Pagi

Mengutip Bloomberg, investor tetap gelisah karena beberapa orang khawatir laju pengetatan moneter AS dapat membuat ekonomi negara itu masuk ke dalam resesi. 

Laporan tenaga kerja Mei yang akan dirilis pada Jumat (3/6) waktu setempat kemungkinan akan menunjukkan kenaikan pekerjaan terendah sejak April 2021, bersamaan dengan penurunan pertumbuhan rata-rata per jam, menurut ekonom Bloomberg.

"Kami benar-benar hanya membutuhkan lebih banyak data, bukan satu titik data, bukan hanya data pekerjaan," kata Carol Schleif, wakil kepala investasi BMO Family Office LLC kepada Bloomberg.

"Rentang potensi hasil lebih luas dari sebelumnya. Kami pikir Anda akan melihat banyak volatilitas sepanjang musim panas."

Wakil Gubernur The Fed Lael Brainard mengatakan sulit untuk melihat kasus untuk jeda kenaikan suku bunga pada September dan bahwa kenaikan 0,5% pada bulan Juni dan Juli tampaknya masuk akal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×