kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Bursa Asia memerah, investor sebaiknya defensif


Jumat, 08 Februari 2013 / 08:30 WIB
ILUSTRASI. Sabtu (2/20), jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 33.812 kasus, berkurang 1.055 kasus aktif dibanding sehari sebelumnya.


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Bursa Asia memberikan sinyal merah pada transaksi perdagangan pagi (8/2). Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 09.44 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific tergerus 0,3% menjadi 132,71.

Pergerakan sejumlah saham turut mempengaruhi bursa regional. Beberapa di antaranya yakni: saham Sony yang merosot 6,2% setelah perusahaan membukukan kerugian selama delapan kuartal berturut-turut dan GS Engineering & Construction Corp terjun 8,8% di Seoul setelah membukukan kerugian di kuartal empat.

Ada pula saham Fujitsu Ltd yang naik 2,2% setelah menyatakan akan mengeliminasi 5.000 lapangan kerja dan menggabungkan bisnis chip LSI dengan Panasonic Corp.

Penyebab pergerakan negatif bursa Asia dipicu oleh pernyataan Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi yang mengatakan penguatan euro akan menurunkan tingkat inflasi di zona Eropa. Hal ini memberikan outlook negatif terhadap kinerja eksportir.

"Kami memprediksi ada kecemasan baru yang berasal dari Eropa. Akan sangat bijaksana jika investor tidak terlalu agresif saat ini. Kami merekomendasikan investor mengambil langkah defensif," papar E William Stone, chief investment strategist PNC Wealth Management.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang turun 0,7%, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,3%, dan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,1%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×