Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia kompak melemah pada awal perdagangan Jumat (27/8). Pukul 08.27 WIB, indeks Nikkei 225 turun 168,46 poin atau 0,61% ke 27.574,66, Hang Seng turun 78,14poin atau 0,31% ke 25.337,55, Taiex turun 19,20 poin atau 0,11% ke 17.047,11, Kospi turun 4,03 poin atau 0,13% ke 3.124,50, ASX 200 turun 15,73 poin atau 0,21% ke 7.475,50 Straits Times turun 23,51 poin atau 0,76% ke 3.085,19 dan FTSE Malaysia turun 5,41 poin atau 0,34% ke 1.580,33.
Pelemahan bursa Asia dipicu oleh aksi investor yang mempertimbangkan komentar hawkish dari beberapa pejabat Federal Reserve menjelang simposium Jackson Hole dan ketegangan geopolitik di Afghanistan.
Saham melemah di Jepang, Korea Selatan dan Australia. Mengutip Bloomberg, beberapa pejabat Fed mengatakan waktu untuk memulai tapering off sudah dekat.
Sementara itu, Presiden Joe Biden bersumpah akan melakukan pembalasan atas ledakan maut di luar bandara Kabul yang menewaskan pasukan AS.
Baca Juga: Sudah melorot 0,90%, IHSG diprediksi melanjutkan pelemahan pada Jumat (27/8)
Kini para investor masih menanti pidato Gubernur The Fed Jerome Powell dalam simposium Jackson Hole untuk mencari petunjuk arah kebijakan The Fed ke depan.
Pemulihan dari pandemi dan inflasi yang meningkat mendukung seruan untuk normalisasi kebijakan moneter. Tetapi penyebaran varian delta virus Covid-19 baru-baru ini membuat pembukaan kembali ekonomi menjadi lambat.
Pasar sedang menanti untuk melihat bagaimana Powell menyeimbangkan faktor-faktor ini dalam komentarnya.
"Pasar ekuitas kemungkinan meremehkan semua hal yang tidak diketahui yang akan kita jalani selama tiga hingga enam bulan ke depan," kata Yana Barton, fund manajer di Eaton Vance Management seperti dikutip Bloomberg.
Fokus di Asia juga berada pada saham teknologi China yang turun lagi karena pendapatan yang mengecewakan, dan pembatasan Beijing pada industri swasta.
Selanjutnya: Bursa Asia bergerak mixed pada perdagangan Kamis (26/8) pagi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














