kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bursa Asia Kompak Melemah, Mengekor Anjloknya Wall Street


Jumat, 10 Maret 2023 / 08:29 WIB
Bursa Asia Kompak Melemah, Mengekor Anjloknya Wall Street
ILUSTRASI. Bursa Asia kompak melemah pada perdagangan Jumat (10/3) pagi. REUTERS/Tyrone Siu


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia kompak melemah pada perdagangan Jumat (10/3) pagi. Pukul 08.17 WIB, indeks Nikkei 225 turun 354,52 poin atau 1,24% ke 28.264,89, Hang Seng turun 344,96 poin atau 1,73% ke 19.650,78, Taiex turun 137,90 poin atau 0,93% ke 15.633,46, Kospi turun 33,33 pon atau 1,35% ke 2.386,81, ASX 200 turun 137,93 poin atau 1,89% ke 7.173,20, Straits Times turun 18,01 poin atau 0,55% ke 3.196,11 dan FTSE Malaysia turun 6,22 poin atau 0,435 ke 1.443,31.

Bursa Asia melemah, mengekor pelemahan Wall Street yang dipicu penurunan saham perbankan di tengah kekhawatiran bahwa masalah di sektor ini dapat menandakan bahaya yang lebih luas.

Mengutip Bloomberg, saham di Jepang, Korea Selatan turun. 

Baca Juga: Mayoritas Bursa Asia Menguat Pada Perdagangan Kamis (9/3) Pagi

Saham sektor keuangan mencatat kinerja terburuk kedua di MSCI Asia Pacific Index pada hari ini setelah kreditur SVB Financial Group yang berbasis di Silicon Valley kehilangan 60% sahamnya setelah mengambil langkah-langkah untuk menopang posisi modalnya. Ini memicu kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga akan mengikis neraca.

Kini investor tengah menanti rilis data pekerjaan AS pada hari ini. Ekonom memprediksi kenaikan pekerjaan sebeasr 225.000.

"Dengan segala kepanikan di sekitar sistem perbankan, jika laporan pekerjaan bagus, itu tidak bagus untuk pasar," kata Shana Sisil, presiden dan kepala eksekutif Banrion Capital Management.

Di Jepang, pasar menanti pengumuman kebijakan terakhir dari Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda. Bank sentral condong ke arah memantau dampak program stimulus daripada membuat penyesuaian lain.

"Kami mengharapkan normalisasi kebijakan yang berkelanjutan dan kemungkinan akan terjadi di bawah Gubernur Ueda. Waktu yang tepat dari perubahan kebijakan akan sulit diprediksi dan bisa jadi paling cepat pada kuartal kedua," kata Jennifer Kwan, spesialis investasi senior di JPMorgan Asset Management seperti dikutip Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×