kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bursa Asia jatuh, sterling tertekan referendum


Senin, 27 Februari 2017 / 16:09 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pasar saham Asia memerah pada perdagangan awal pekan, Senin (27/2). Dengan mata uang poundsterling jatuh hampir 0,4% di hadapan dollar AS.

Di awal perdagangan pasar Asia, sterling jatuh serendah US$ 1,2388 tetapi kemudian menelusuri kembali beberapa penurunan dengan pasangan pound/dollar di US$ 1,2419 pada pukul 3:40 HK/SIN.

Turun dari level atas US$ 1,2500 di sesi sebelumnya.  Para analis mengungkapkan sentimen negatif datang dari sebuah laporan Time of London perihal referendum Skotlandia.

Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 ditutup turun 176,07 poin, atau 0,91 %, di 19.107,47, dengan saham eksportir kemungkinan di bawah tekanan dari yen yang relatif kuat, yang diperdagangkan pada 112,21 dollar pada 3:43 HK / SIN, penguatan dari level atas 112,80 pekan lalu. Sebelumnya, yen mencapai sesi tinggi 111,89 terhadap greenback.

Ada pun saham eksportir utama yang ditutup lebih rendah yakni; Toyota turun 0,65 %, Honda turun 1,55 % dan Sony turun dengan 0,92 %.

Di Korea Selatan, Kospi ditutup turun 8,60 poin, atau 0,41 %, pada 2.085,52. Indeks acuan Australia ASX 200 berakhir turun 14,80 poin, atau 0,26 %, pada 5.724,18.

Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,26 % dalam perdagangan sore, sementara saham China daratan ditutup lebih rendah. Shanghai komposit turun 24,26 poin, atau 0,75 %, ke 3.229,17, sedangkan komposit Shenzhen turun 11,60 poin, atau 0,58 %, pada 1.988,77.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×