kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.011   21,00   0,12%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Bursa Asia Anjlok di Pagi Ini (1/9), Terseret Wall Street dan Menanti Data PMI China


Kamis, 01 September 2022 / 08:27 WIB
ILUSTRASI. Bursa Asia kembali melemah di awal perdagangan hari ini (1/9)


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia anjlok pada awal perdagangan hari ini. Kamis (1/9), pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 anjlok 1.57% ke 27.651,56. Serupa, indeks Hang Seng ambles 0,97% ke 19.761,72.

Sejalan, Indeks Taiex terjun 1,52% ke 14.866,46. Indeks Kospi juga anjlok 1,60% ke 2.432,54 dan indeks ASX 200 ambles 1,94% ke 6.851,2.

Sementara itu, FTSE Straits Times turun 0,24% ke 3.214,97 dan FTSE Malay melemah 0,95% ke 1.497,76.

Bursa saham di Asia melemah karena investor masih data aktivitas pabrik di China dari pihak swasta. Di mana, data PMI manufaktur Caixin/Markit bulan Agustus akan dirilis hari ini.

Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham Beli dari Jasa Utama Capital Sekuritas Hari Ini (1/9)

Data PMI manufaktur resmi yang dirilis pada Rabu (31/8) menunjukkan bahwa aktivitas pabrik China menyusut di tengah peningkatan infeksi Covid-19 baru-baru ini.

Tekanan pada manufaktur Negari Bambu tersebut juga bertambah setelah China menghadapi gelombang panas terburuk dalam beberapa dekade.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali ditutup melemah di sesi sebelumnya. Rabu (31/8), Wall Street ditutup koreksi untuk hari keempat berturut-turut.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 280,44 poin atau hampir 0,9% ke 31.510,43, indeks S&P 500 tergelincir sekitar 0,8% untuk mengakhiri hari di 3.955, dan Nasdaq Composite turun sekitar 0,6% ke 11.816,20.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×