kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Bursa AS kembali memerah pasca rilis data ritel


Jumat, 13 November 2015 / 22:00 WIB
Bursa AS kembali memerah pasca rilis data ritel


Sumber: Bloomberg | Editor: Yudho Winarto

NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) turun untuk hari ketiga, Jumat (13/11) menyusul rilis data penjualan ritel yang tak sesuai prediksi. Data ini menambah kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi yang akan menjadi pijakan buat pembuat kebijakan untuk menaikkan suku bunga di Desember mendatang.

Indeks Standard & Poor 500 melemah 0,2 % menjadi 2.041,31 pada 09:32 di New York. Indeks acuan ini turun 1,4 % pada Kamis dipicu pelemahan dalam komoditas energi dan baku-bahan penyedia dan investor bersiap untuk suku bunga potensi kenaikan sesegera bulan depan.

"Mungkin beberapa saham naik terlalu banyak, terlalu cepat dan kemudian tren baru untuk akhir tahun akan dimulai setelah keputusan Fed. Jika saya harus menilai dari gambaran yang lebih besar, saya benar-benar khawatir bahwa hampir semua komoditas yang jatuh,” Nicola Marinelli, portofolio manager Pentalpha Capital.

Indeks S & P 500 telah maju hanya sekali dalam tujuh sesi karena Gubernur Federal Reserve Janet Yellen mengingatkan investor bahwa pertemuan bulan Desember bisa jadi kebijakan menaikkan suku bunga pertama akan dilakukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×