kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.565   12,00   0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bursa AS kembali memerah pasca rilis data ritel


Jumat, 13 November 2015 / 22:00 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Yudho Winarto

NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) turun untuk hari ketiga, Jumat (13/11) menyusul rilis data penjualan ritel yang tak sesuai prediksi. Data ini menambah kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi yang akan menjadi pijakan buat pembuat kebijakan untuk menaikkan suku bunga di Desember mendatang.

Indeks Standard & Poor 500 melemah 0,2 % menjadi 2.041,31 pada 09:32 di New York. Indeks acuan ini turun 1,4 % pada Kamis dipicu pelemahan dalam komoditas energi dan baku-bahan penyedia dan investor bersiap untuk suku bunga potensi kenaikan sesegera bulan depan.

"Mungkin beberapa saham naik terlalu banyak, terlalu cepat dan kemudian tren baru untuk akhir tahun akan dimulai setelah keputusan Fed. Jika saya harus menilai dari gambaran yang lebih besar, saya benar-benar khawatir bahwa hampir semua komoditas yang jatuh,” Nicola Marinelli, portofolio manager Pentalpha Capital.

Indeks S & P 500 telah maju hanya sekali dalam tujuh sesi karena Gubernur Federal Reserve Janet Yellen mengingatkan investor bahwa pertemuan bulan Desember bisa jadi kebijakan menaikkan suku bunga pertama akan dilakukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×