kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

BSSR kejar produksi 1,5 juta ton batu bara di 2014


Kamis, 08 November 2012 / 11:25 WIB
ILUSTRASI. Summarecon: Booth Summarecon di pameran Mandiri Expo 2018. KONTAN/Baihaki/08/05/2018


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) berhasil menggandeng Khopoli Investments Limited, yang merupakan anak perusahaan dari Tata Power Company Limited, untuk berbisnis jual beli batubara. Kerjasama keduanya terjalin sejak Juli 2012 lalu.

Investor Relations BSSR, Adi Hartadi menyebut, kerjasama tersebut diharapkan dapat mendukung rencana kenaikan produksi masing-masing, di mana BSSR menargetkan bisa menaikkan produksi sampai 1,5 juta ton sampai 2014. Sedangkan anak perusahaan BSSR, PT Antara Gunung Meratus (AGM) bisa mencetak produksi 7 juta ton pada tahun yang sama.

Adi bilang, AGM adalah anak perusahaan BSSR yang mulai diakuisisi sejak tahun 1996, dengan lokasi pertambangan di Kalimantan Selatan. AGM merupakan produsen batubara thermal PKP2B generasi kedua.

Mengenai target kinerja tahun ini dan untuk tahun depan, pihak BSSR masih enggan berkomentar. "Saat ini perhitungannya belum kelar, mengingat harga batubara yang masih volatile, naik turun dalam waktu yang cepat," ujar adi, Kamis (8/11).

Sedikit mengingatkan, sejak awal tahun ini sampai dengan 30 April 2012, perseroan membukukan pendapatan US$ 39,4 juta. Selama dua tahun terakhir, yakni sejak 2009 sampai 2011 perseroan mengalami pertumbuhan pendapatan sebesar 67% dari US$ 20 juta (2009) menjadi US$ 55,8 juta (2012).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×