Reporter: Zendy Pradana | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam beberapa tahun belakangan ini, brand asal Asia kini sudah mulai menguasai penjualan di berbagai kategori dalam negeri, yang sebelumnya sempat dikuasai oleh negara Barat. Sehingga, hal ini mencerminkan perubahan selera konsumen yang mencari produk lebih relevan dengan gaya hidup regional, baik dari sisi desain, harga, maupun kecepatan mengikuti tren.
Dengan begitu, saat ini perubahan preferensi konsumen sudah mulai membentuk arah baru pasar ritel di Indonesia.
Perubahan tersebut sudah tercermin pada strategi pelaku industri ritel, salah satunya adalah, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).
ERAA sudah berhasil menangkap peluang tersebut dengan memperluas portofolio brand Asia melalui berbagai lini usaha di dalam grupnya.
Baca Juga: Seleksi Direksi BEI Bergulir, Dua Paket Kandidat Sudah Masuk ke OJK
ERAA sudah memperluas portofolionya di ranah lifestyle, melalui anak usahanya yakni PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) yang telah menggandeng sejumlah brand Asia seperti ANTA, ASICS, dan Gentlewoman.
Sementara di sektor food and groceries melalui Erajaya Food & Nourishment (EFN), Erajaya membawa merek seperti CHAGEE dan Paris Baguette ke pasar Indonesia. Ekspansi ini menunjukkan upaya grup untuk menangkap pertumbuhan konsumsi yang semakin dipengaruhi tren Asia di berbagai kategori.
Strategi tersebut mulai tercermin pada kinerja ERAL. Berdasarkan laporan keuangan audited yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, ERAL mencatat penjualan bersih sebesar Rp6,49 triliun pada tahun buku 2025, tumbuh 34,1 persen dibandingkan Rp4,84 triliun pada 2024.
Direktur Ekonomi Digital CELIOS sekaligus pakar ritel, Nailul Huda menyatakan bahwa fenomena ini terjadi berkaitan dengan perubahan struktur perdagangan dan kedekatan karakter pasar di kawasan Asia.
Dia menuturkan konsumen Indonesia sekarang sudah semakin familiar dengan brand asal China, Jepang, Korea Selatan, hingga Singapura. Sebab, sejumlah brand tersebut semakin aktif masuk ke pasar domestik.
Baca Juga: Harga Emas Naik Tipis, Pasar Cermati Proposal Damai Iran dan Arah Suku Bunga The Fed
“China merupakan mitra dagang utama Indonesia, disusul Jepang, dan kini teknologi dari Singapura serta Korea Selatan juga semakin kuat. Artinya, masyarakat semakin mengenal brand-brand dari kawasan tersebut,” ujar Nailul dalam keterangan tertulis, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, brand asal Asia justru cenderung lebih agresif melakukan riset pasar dan memodifikasi produk sesuai kebutuhan lokal, sehingga mampu bergerak lebih cepat mengikuti perubahan tren gaya hidup.
Sementara itu, Direktur Infovesta Utama sekaligus analis pasar saham, Wawan Hendrayana menjelaskan bahwa ekspansi portofolio brand Asia yang dilakukan Erajaya merupakan langkah strategis untuk memperluas basis bisnis perusahaan.
Pasalnya, kata dia, Erajaya hanya dikenal sebagai pemain dominan dalam distribusi dan ritel smartphone. Namun, ketika masuk ke segmen lifestyle, fashion, hingga food and beverages, perusahaan ini dinilai sudah mulai membangun sumber pertumbuhan baru yang tidak sepenuhnya bergantung pada siklus industri perangkat seluler.
“Strategi ini cukup sukses mendiversifikasi bisnis Erajaya di luar lini smartphone yang selama ini mendominasi. Dengan portofolio brand yang lebih beragam, perusahaan memiliki peluang untuk menangkap pertumbuhan konsumsi di segmen lifestyle yang sedang berkembang,” kata Wawan.
Menurutnya, keberhasilan ERAL mencatat pertumbuhan penjualan yang signifikan menunjukkan bahwa brand-brand yang dibawa memiliki penerimaan yang baik di pasar Indonesia.
Namun, Wawan mengingatkan bahwa fase ekspansi biasanya diikuti oleh peningkatan biaya operasional yang cukup besar, terutama untuk pembukaan gerai baru, penguatan jaringan distribusi, serta aktivitas pemasaran untuk membangun awareness brand.
“Dalam jangka pendek, pertumbuhan penjualan menjadi katalis positif. Namun setelah fase ekspansi ini, investor biasanya akan mulai melihat bagaimana perusahaan meningkatkan efisiensi operasional dan memperbaiki margin,” ucap dia.
Dengan tren konsumsi yang terus berkembang dan semakin terbukanya pasar terhadap brand Asia, strategi diversifikasi yang dijalankan Erajaya dinilai memiliki peluang untuk terus berkembang, sekaligus memperkuat posisi grup sebagai pemain ritel yang tidak hanya bertumpu pada satu kategori produk
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













