Reporter: Vivit Dewi | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga Ether (ETH) masih terkoreksi setelah sempat mencatat penguatan dalam beberapa pekan terakhir. Koreksi tersebut belum menghilangkan sejumlah katalis yang berpotensi menopang pergerakan ETH ke depan.
Berdasarkan data CoinMarketCap per Senin (31/8/2026) pukul 17.27 WIB, harga Ether berada di level US$ 2.448, turun 0,35% dalam 24 jam dan 1,09% dalam sepekan.
CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis mengatakan, Ethereum memiliki prospek dari sisi fundamental seiring pertumbuhan real world assets (RWA), stablecoin dan decentralized finance (DeFi).
Baca Juga: IHSG Menutup Agustus 2026 dengan Menguat, Simak Arahnya Perdagangan Selasa (1/9)
"ETH menarik bagi investor yang melihat peluang jangka menengah dari sisi fundamental dan potensi rotasi modal," kata Yudhono kepada Kontan, Senin (31/8/2026).
Menurut Yudhono, perkembangan RWA, stablecoin dan DeFi dapat memperkuat posisi Ethereum sebagai salah satu infrastruktur utama dalam ekosistem aset digital. Pertumbuhan sektor-sektor tersebut juga berpotensi meningkatkan penggunaan jaringan Ethereum dalam jangka menengah.
Selain perkembangan ekosistem, arus dana exchange traded fund (ETF) Ethereum di Amerika Serikat menjadi salah satu katalis yang perlu diperhatikan. Yudhono menyebut ETF Bitcoin dan Ethereum di AS mencatat inflow sebesar US$ 2,6 miliar dalam sepekan terakhir Agustus.
Apabila arus dana ETF Ethereum terus membaik dan adopsi institusional meningkat, permintaan terhadap ETH berpotensi ikut menguat.
Sementara itu, Co-Founder CryptoWatch dan Pengelola Channel Duit Pintar, Christopher Tahir memiliki pandangan berbeda mengenai faktor yang akan menentukan pergerakan Ether ke depan.
"Untuk saat ini, belum ada katalis yang mendasar yang dapat menggerakkan harganya. Sehingga, saat ini penggerak utamanya hanya berdasarkan faktor makro, yaitu harapan ataupun ekspektasi suku bunga untuk The Fed nantinya," jelas Christopher.
Untuk proyeksi hingga akhir 2026, Yudhono memperkirakan harga Ether berada di kisaran US$ 2.200-US$ 3.200 dalam skenario moderat dan berpeluang menembus US$ 4.000 apabila arus ETF membaik serta adopsi institusional meningkat. Sementara itu, Christopher memperkirakan harga Ether dapat kembali berada di bawah US$ 2.000.
Baca Juga: Hari Ini Melemah, Begini Prediksi Pergerakan Rupiah, Selasa (1/9)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














