kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.590.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Bitcoin dan Ethereum Kompak Naik 8%, Ini Katalis hingga Akhir 2026


Jumat, 25 September 2026 / 16:52 WIB
Bitcoin dan Ethereum Kompak Naik 8%, Ini Katalis hingga Akhir 2026
ILUSTRASI. Bitcoin (Romain Costaseca/Hans Lucas via Reuters)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar kripto kembali bergerak menguat seiring kembalinya selera risiko (risk appetite) dan derasnya arus modal ke instrumen ETF spot.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Jumat (25/9/2026) pukul 16.40 WIB, harga Bitcoin (BTC) menguat 8,06% dalam tujuh hari terakhir ke level US$84.661,22 per koin, sementara Ethereum (ETH) melesat 8,28% dalam sepekan menuju level US$2.709,73 per koin.   

Hingga akhir 2026, tren pergerakan BTC dan ETH diperkirakan berada dalam skenario volatil dengan peluang pergerakan dua arah ketimbang tren linier.

Baca Juga: Rupiah Merosot ke Level Rp 17.900, ANTM Kelola Risiko Nilai Tukar Secara Prudent

Respons BTC dinilai cukup resilien meskipun pembahasan CLARITY Act gagal berlanjut di Senat AS pada 15 September lalu.

Setelah sempat tertekan ke bawah US$76.000, BTC sukses kembali menembus US$86.000 pada 21 September berkat dorongan arus balik modal ke ETF spot dan aksi short covering.

Area US$80.000 pun kini menjadi level psikologis penting bagi pergerakan Bitcoin.

Penyusunan regulasi aset digital di AS sendiri tetap berjalan melalui kewenangan SEC dan CFTC, ditambah proposal aturan stablecoin berbasis GENIUS Act yang diajukan The Fed pada 24 September.

Namun, pasar masih dibayangi tekanan jika suku bunga AS dan yield Treasury 10 tahun tetap bertahan di atas 5%.

CEO dan Founder FLOQ Yudhono Rawis menjelaskan bahwa pergerakan pasar aset digital menjelang akhir tahun akan ditentukan oleh perimbangan antara arus modal dan faktor makroekonomi.

"Secara keseluruhan, hingga akhir tahun, pasar akan bergerak di antara dua kekuatan utama: arus modal dan perkembangan adopsi yang mendukung, versus suku bunga tinggi, yield obligasi, ketidakpastian regulasi, dan potensi perubahan risk appetite," kata Yudhono kepada Kontan, Jumat (25/9/2026).

Di samping faktor makro, arus dana institusional pada ETF spot menjadi katalis penggerak utama. Pada 23 September, ETF Bitcoin mencatat inflow sebesar US$346,9 juta dan ETF Ethereum meraih US$104,5 juta.

Dari sisi derivatif, pasar juga menghadapi potensi volatilitas jangka pendek akibat jatuhnya tempo kontrak opsi BTC senilai hampir US$16 miliar pada 25 September.

Yudhono menegaskan bahwa dinamika pasar hingga akhir tahun sangat bergantung pada ketahanan likuiditas global.

Baca Juga: Peluang ATH Bitcoin Terbatas pada 2026, Begini Prospek dan Strateginya

"Jadi, arah pasar hingga akhir tahun akan sangat bergantung pada apakah arus modal institusional dan kondisi likuiditas mampu mengimbangi risiko makro serta ketidakpastian regulasi yang masih ada," ujar Yudhono.

Adapun penguatan kompak BTC dan ETH dalam sepekan terakhir dipicu oleh meredanya tekanan jual dan derasnya inflow ke ETF Bitcoin yang mencapai US$999 juta dalam sehari serta US$1,59 miliar dalam tiga sesi perdagangan.

Dari sisi teknikal, ETH turut terdorong setelah berhasil menembus area resistance US$2.661 pasca konsolidasi akhir Agustus.

Pemulihan ini mencerminkan daya serap pasar yang kian kuat terhadap sentimen negatif seperti kenaikan suku bunga The Fed, meski potensi volatilitas jangka pendek tetap perlu diwaspadai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×