Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar kripto menunjukkan sinyal pemulihan di tengah ketatnya para pelaku pasar dalam memantau arah pergerakan harga aset digital utama menuju akhir tahun 2026.
Berdasarkan data CoinMarketCap pada Jumat (25/9/2026) pukul 16.10 WIB, Bitcoin (BTC) menguat 7,95% dalam tujuh hari terakhir ke level US$84.613,64 per koin, sedangkan Ethereum (ETH) naik 7,32% dalam sepekan menuju level US$2.695,30 per koin.
Menurut Analis Reku Andri Fauzan, meskipun pasar kripto bergerak menguat, peluang Bitcoin untuk kembali menembus rekor all-time high (ATH) di kisaran US$125.000–US$126.000 dalam sisa tahun 2026 dinilai masih tergolong terbatas.
Baca Juga: Astra International (ASII) Serap 47% dari Capex 2026, Simak Rekomendasi Sahamnya
Pencapaian level puncak tersebut membutuhkan kombinasi katalis yang sangat kuat, masuknya arus modal institusional (inflow) secara masif, serta kondisi makroekonomi yang sangat akomodatif.
Andri menilai bahwa skenario yang lebih realistis memperkirakan pembentukan ATH baru akan tertunda hingga 2027, walaupun uji coba ke area US$100.000–US$110.000 masih terbuka jika momentum kenaikan berlanjut.
Menghadapi dinamika tersebut, pelaku pasar perlu mewaspadai beberapa indikator kunci dan menerapkan strategi transaksi yang terukur.
Investor disarankan memperhatikan level resistance terdekat di kisaran US$86.000–US$87.000 untuk BTC dan US$2.750–US$2.800 untuk ETH, di samping rutin memantau arus ETF harian, yield obligasi AS, serta arah kebijakan The Fed.
Andri mengimbau investor untuk tetap disiplin dalam mengeksekusi strategi investasi di tengah potensi volatilitas pasar yang masih tinggi.
"Strategi yang ideal adalah tetap disiplin: akumulasi bertahap pada pullback, jangan FOMO di level tinggi, lakukan partial profit-taking di resistance, prioritaskan Bitcoin sebagai posisi inti, dan selalu sisakan cash," ujar Andri kepada Kontan, Jumat (25/9/2026).
Selain itu, penggunaan leverage berlebihan juga sangat tidak disarankan untuk meminimalkan risiko kerugian.
Hingga akhir 2026, harga Bitcoin diperkirakan bergerak pada skenario base case di rentang US$95.000–US$115.000, dengan potensi koreksi ke area US$75.000–US$85.000 atau skenario optimistis menuju US$120.000 ke atas.
Sementara itu, Ethereum diproyeksikan berada pada rentang base case US$3.200–US$4.000.
Realisasi dari target proyeksi kedua aset kripto tersebut akan sangat bergantung pada konsistensi inflow institusional dan arah kebijakan moneter AS hingga penghujung tahun.
Baca Juga: Rupiah Tertekan Sentimen Global, Simak Proyeksinya untuk Pekan Depan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














