kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Bitcoin Bertahan Stabil usai The Fed Kembali Tahan Suku Bunga Acuan


Jumat, 31 Juli 2026 / 18:21 WIB
Bitcoin Bertahan Stabil usai The Fed Kembali Tahan Suku Bunga Acuan
ILUSTRASI. CRYPTOCURRENCY (Romain Costaseca/Hans Lucas via Reuters)


Reporter: TribunNews | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keputusan Federal Reserve (The Fed) kembali mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75% pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Juli 2026 belum memicu gejolak berarti di pasar kripto.

Harga Bitcoin justru cenderung stabil setelah hasil rapat diumumkan.

Di platform Indodax, harga Bitcoin bergerak di kisaran Rp 1,15 miliar hingga Rp 1,172 miliar sejak pengumuman kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat tersebut.

Keputusan ini sekaligus menjadi kali kelima berturut-turut The Fed mempertahankan suku bunga, sesuai ekspektasi mayoritas pelaku pasar.

Baca Juga: Bitcoin Tertekan Sentimen Global, Diversifikasi Bisa Jadi Kunci Investasi

Meski demikian, hasil pemungutan suara FOMC yang terbelah 9 berbanding 3 menunjukkan masih terdapat perbedaan pandangan di kalangan pembuat kebijakan mengenai arah kebijakan moneter Amerika Serikat ke depan. 

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, mengatakan, perhatian pelaku pasar kini tidak hanya tertuju pada keputusan suku bunga, tetapi juga pada sinyal yang disampaikan The Fed mengenai prospek ekonomi dan arah kebijakan selanjutnya.

"Ketika hasil FOMC sesuai ekspektasi, potensi volatilitas akibat kejutan kebijakan menjadi lebih kecil," ujarnya Jumat (31/7/2026).

Menurut Aloysia, kebijakan suku bunga The Fed tetap menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi pasar keuangan global karena berdampak pada likuiditas, biaya pendanaan, serta minat investor terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto.

Namun, pergerakan Bitcoin tidak semata-mata ditentukan oleh kebijakan suku bunga, melainkan juga dipengaruhi berbagai faktor lain yang membentuk sentimen pasar.

Karena itu, ia mengingatkan investor agar tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan fluktuasi harga jangka pendek.

Disiplin menjalankan strategi investasi yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko dinilai lebih penting dibanding merespons setiap pergerakan pasar.

Baca Juga: Bitcoin Tembus US$ 65.500, Didorong Regulasi AS dan Arus Dana Investor Institusi

Di tengah kondisi pasar yang masih dinamis, investor juga dapat mempertimbangkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA), yakni berinvestasi secara berkala dengan nominal yang tetap.

Pendekatan ini dinilai dapat membantu mengurangi risiko membeli aset pada satu titik harga tertentu sekaligus meredam dampak volatilitas dalam jangka panjang.

Aloysia menambahkan, apa pun strategi yang dipilih, investor tetap perlu menerapkan prinsip Do Your Own Research (DYOR) agar setiap keputusan investasi didasarkan pada pemahaman yang memadai terhadap risiko dan prospek aset yang dipilih.

Sumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/7862006/the-fed-kembali-tahan-suku-bunga-pergerakan-bitcoin-cenderung-stabil. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×