Reporter: Yuliana Hema | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) terus memperbesar kontribusi bisnis non-batubara melalui pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Dalam laporannya, bisnis pengelolaan limbah TOBA menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan US$ 157,3 juta, tumbuh 41% secara tahunan atau year on year (YoY) hingga September 2026.
Sepanjang periode tersebut, bisnis ini mengumpulkan 755.990 ton limbah dan melayani lebih dari 470.000 rumah tangga serta pelaku usaha di Indonesia dan Singapura.
Melalui anak usaha Cora Environment, TOBA juga terlibat dalam skema pengembalian wadah minuman di Singapura. Lebih dari 30 juta wadah terkumpul hingga akhir September.
Di segmen kendaraan listrik, bisnis yang dijalankan melalui Electrum mencatat pendapatan US$ 12,9 juta, tumbuh 120% YoY. Segmen ini juga membukukan laba kotor US$ 1,2 juta.
Baca Juga: TBS Energi Utama (TOBA) Cetak Kinerja Positif, Bisnis Pengelolaan Limbah Mendominasi
Per 30 September 2026, lebih dari 14.000 motor listrik Electrum telah beroperasi, meningkat 115% dibandingkan periode sama tahun lalu. Jumlah stasiun penukaran baterai mencapai 701 unit.
Pengguna Electrum telah menempuh 244 juta kilometer selama Januari–September 2026. Perusahaan juga mencatat aktivitas penukaran baterai lebih dari 1,8 juta kali rata-rata setiap bulan.
Pada bisnis energi terbarukan, TOBA mengoperasikan PLTMH Sumberjaya berkapasitas 6 megawatt di Lampung. Pembangkit tersebut menghasilkan 20,8 gigawatt hour listrik dengan tingkat ketersediaan 97%.
Selain itu, TOBA melanjutkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya terapung berkapasitas 46 megawatt peak. Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi komersial pada kuartal IV-2026.
Secara kolektif, bisnis pengelolaan limbah dan kendaraan listrik menyumbang 66% pendapatan konsolidasian TOBA serta 71% adjusted EBITDA pada sembilan bulan pertama tahun ini.
Direktur & Chief Financial Officer TBS Juli Oktarina bilang transformasi perusahaan mulai menghasilkan pendapatan berkualitas dan memberikan imbal hasil finansial dari pengembangan infrastruktur berkelanjutan.
Baca Juga: TBS Energi Utama (TOBA) Restrukturisasi Anak Usaha, Nilai Transaksi S$ 138,19 Juta
“Meskipun terdapat berbagai tantangan, kami dapat mencatatkan peningkatan pada laba kotor serta EBITDA yang disesuaikan serta penyusutan rugi bersih yang menunjukkan kami mulai menuai imbal hasil finansial,” jelasnya dalam paparannya, Jumat (30/10/2026).
Secara konsolidasi, emiten yang tengah bertransformasi ke bisnis hijau itu meraup pendapatan US$ 257,3 juta dan rugi bersih US$ 35,4 juta. Rugi bersih tersebut menyusut 72% secara tahunan.
Selain itu, laba kotor konsolidasian tumbuh 105% menjadi US$ 45,2 juta. Sementara adjusted EBITDA meningkat 39% menjadi US$ 44,4 juta hingga September 2026.
“Kami berupaya untuk melanjutkan transformasi kami seiring terus memperbesar bisnis infrastruktur berkelanjutan di Indonesia dan kawasan Asia, sementara pada saat yang sama,” kata Juli.
Baca Juga: TBS Energi Utama (TOBA) Jadi Outlier Emiten Batubara, Bisnis Non-Coal Sudah Dominan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














