kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bisnis Nikel HRUM Diyakini Masih Prospektif, Simak Rekomendasi Sahamnya


Minggu, 31 Maret 2024 / 11:19 WIB
Bisnis Nikel HRUM Diyakini Masih Prospektif, Simak Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. pt Harum Energy energi tbk HRUM


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Harum Energy Tbk (HRUM) tengah berfokus pada bisnis nikel. Asal tahu saja, lewat anak usahanya, PT Harum Nickel Industry (HNI), HRUM telah melakukan pembelian saham-saham yang dimiliki oleh Prime Investment Capital Limited dan Walsin Singapore Pte. Ltd. dalam PT Westrong Metal Industry (WMI) pada bulan Januari lalu.

Harum Nickel Industry membeli sebanyak 1.214.000 lembar saham, yang mewakili 60,7% dari modal ditempatkan dan disetor Westrong Metal Industry. Nilai transaksi jual beli saham ini mencapai US$ 215,21 juta. 

Dengan diselesaikannya transaksi pembelian saham ini, maka kepemilikan saham Harum Nickel Industry dalam Westrong Metal Industry meningkat dari sebelumnya sebesar 20% menjadi sebesar 80,7% dari modal ditempatkan dan disetor. 

Direktur Utama Harum Energy Ray Antonio Gunara mengatakan, saat ini HRUM masih menyusun target produksi nikel untuk tahun 2024. Sebab, smelter kedua milik HRUM baru akan mulai beroperasi secara komersial bulan Maret ini.  

Baca Juga: Catatkan Kinerja Apik Tahun Lalu, Begini Rekomendasi Saham SMRA dari Analis

“Pada saat ini kami memiliki kapasitas produksi terpasang tahunan konsolidasian sebesar lebih dari 80.000 ton nikel,” ujarnya kepada Kontan beberapa waktu lalu.

Menurut Ray, fokus pemerintah terhadap kebijakan hilirisasi diharapkan dapat terus menjaga sentimen positif, tidak hanya untuk lini bisnis nikel HRUM, tetapi juga untuk industri nikel Indonesia pada umumnya.

“Mengingat sektor nikel dan produk-produk turunannya sudah menjadi salah satu andalan utama ekspor Indonesia,” ungkapnya.

Terkait fluktuasi harga nikel, Ray melihat pergolakan itu hanya dalam jangka pendek. 

Melansir Trading Economics, Jumat (22/3), harga nikel naik 0,99% dalam sebulan terakhir. Namun, harga nikel terkoreksi 21,65% selama setahun belakangan.

Menurut Ray, hal ini disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan permintaan dan pasokan.

“Namun secara jangka panjang, kami optimistis dengan prospek harga nikel, melihat pertumbuhan akan komoditas nikel yang terus meningkat,” tuturnya.

 

Baca Juga: Grup Sinar Mas Tancap Gas Ekspansi & Aksi Korporasi, Simak Rekomendasi Sahamnya

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, pergerakan saham HRUM berada di level support Rp 1.280 per saham dan resistance Rp 1.420 per saham. Herditya merekomendasikan buy on weakness untuk HRUM dengan target harga Rp 1.450 - Rp 1.520 per saham.

Equity Analyst Kanaka Hita Solvera William Wibowo melihat, pergerakan saham HRUM ada di level support Rp 1.200 per saham dan resistance Rp 1.510 per saham.

William pun merekomendasikan buy on weakness untuk HRUM dengan target harga di Rp 1.510 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×