Sumber: Antara | Editor: Yudho Winarto
Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung mengatakan sikap "wait and see" dari pelaku pasar menjelang pidato Yellen, telah memicu pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa hari terakhir.
Namun, pelemahan rupiah tersebut, menurut Juda, masih wajar dan sesuai cerminan fundamental. "Kan kelihatan dari kawasan, Malaysia dan Thailand juga seperti itu," ujarnya.
Kondisi nilai tukar rupiah, menurut referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (JISDOR), sejak Selasa (23/8) menunjukkan pelemahan ke Rp13.216 per dolar AS dari Rp13.197 per dolar AS pada Senin (22/8). Sejak Selasa hingga Jumat ini (26/8) kurs rupiah terus bergerak di level psikologis Rp13.200, setelah sebelumnya selalu berada di Rp13.100.
Melihat transaksi antar bank di Jakarta Jumat pagi, rupiah bergerak melemah tipis sebesar satu poin menjadi Rp13.222, dibandingkan posisi Kamis sore.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)