kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

BI dan BUMN perlu siap intervensi dan buyback di pasar besok


Selasa, 19 Juni 2018 / 22:30 WIB
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Untuk mengantisipasi anjloknya indeks saham dan nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (20/6), Bank Indonesia (BI) bersama pemerintah perlu berkoordinasi secara tepat. Ini mengacu pada banyaknya sentimen negatif dari eksternal selama libur lebaran.

Beberapa sentimen tersebut di antaranya, kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), kembali memanasnya perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS), keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mencabut stimulus (quantitative easing), serta menanti hasil keputusan rapat Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) pada 22-23 Juni di Wina yang cenderung bakal memangkas produksi minyak.

Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih mengungkapkan, gangguan pasar keuangan di eksternal cukup kuat. Bahkan di pasar spot global rupiah sudah tembus ke level Rp 14.100 per dolar AS, menurut data Reuters.

"Memang kita bisa dianggap telat, jadi potensi koreksinya bisa cukup dalam dan bisa dikhawatirkan. Untuk itu, BI dan semuanya dalam hal ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus stand by," kata Lana kepada Kontan, Selasa (19/6).

Bahkan, Lana menyarankan agar pemerintah dan BI untuk melakukan koordinasi buyback, untuk menahan harga saham. Hal ini untuk mengantisipasi risiko jika harga saham anjlok pada perdagangan Rabu (20/6), maka intervensi bisa dilakukan baik dari sisi pemerintah maupun Bank Sentral.

"Baiknya ada koordinasi, jadi saham-saham BUMN yang turun biar di buyback. BPJS Kesehatan dan BPJS Tenaga Kerja juga bisa lakukan aksi beli," ungkapnya.

Dampak sentimen negatif selama libur lebaran kemarin, menurut Lana perlu diwaspadai secara seksama. Pasalnya, jika IHSG sukses tembus ke level support terdekat 5.650 maka bukan tidak mungkin akan berlanjut ke 5.500.

"Tapi mudah-mudahan besok sentimen eksternal tidak terlalu dalam, sehingga memungkinkan IHSG mendekati level positif terdekat 6.080," ujar Lana.

Adapun proyeksi pergerakan nilai tukar besok adalah Rp 14.050 hingga Rp 14.100 per dolar AS. Dengan syarat, ditahan dengan intervensi BI, meskipun dari dalam negeri Lana menilai aksi beli dolar mengalami penurunan.

"Jadi tinggal melihat bagaimana sentimen eksternal. Besok pasar tricky karena libur kelamaan," tandasnya.

BI dan BUMN perlu Siap Intervensi dan Buy Back di Perdagangan Besok

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×