kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.055   47,00   0,26%
  • IDX 6.262   27,55   0,44%
  • KOMPAS100 822   3,57   0,44%
  • LQ45 627   2,64   0,42%
  • ISSI 217   0,93   0,43%
  • IDX30 352   1,90   0,54%
  • IDXHIDIV20 432   1,25   0,29%
  • IDX80 94   0,35   0,38%
  • IDXV30 119   0,54   0,45%
  • IDXQ30 112   0,29   0,26%

BI: Amerika positif, rupiah tak akan sekuat sebelumnya


Senin, 01 Agustus 2011 / 17:17 WIB
ILUSTRASI. Petugas memeriksa suhu tubuh pengunjung yang akan menonton film di salah satu bioskop di Kota Bandung, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/pras.


Reporter: Astri Kharina Bangun |

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menilai penguatan rupiah tidak akan berlangsung lama kendati aliran dana asing ke pasar uang Indonesia masih tinggi. Prediksi BI berangkat dari sinyal yang diberikan oleh Amerika yang akan menyetujui kenaikan pagu utang negara sekaligus penghematan moneter.

"Kalaupun ada, tidak akan secepat dulu," ungkap Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, Senin (1/8).

Hal tersebut disampaikan Darmin menanggapi penguatan rupiah yang sudah mencapai ke level Rp 8.400 - Rp 8.500. Sekadar catatan, pagi ini rupiah sempat menguat 0,3% ke level Rp 8.487 per dolar AS. Sementara itu, akhir pekan lalu rupiah sempat bertengger di level Rp 8.476 per dolar AS atau level terkuat sejak Maret 2004.

"Kemarin itu bisa tembus benar-benar pengaruh keresahan pasar. Kekhawatiran kalau sampai kesepakatan soal debt deal di Amerika Serikat gagal terjadi. Dollar AS jadi jatuh," jelas Darmin, Senin (1/8).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×