kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.037   32,00   0,19%
  • IDX 7.109   -75,92   -1,06%
  • KOMPAS100 983   -10,00   -1,01%
  • LQ45 720   -6,31   -0,87%
  • ISSI 254   -2,76   -1,07%
  • IDX30 391   -2,50   -0,64%
  • IDXHIDIV20 485   -1,84   -0,38%
  • IDX80 111   -1,00   -0,89%
  • IDXV30 135   -0,04   -0,03%
  • IDXQ30 127   -0,77   -0,60%

Besok, rupiah diperkirakan kembali tertekan


Rabu, 07 Maret 2018 / 17:50 WIB
ILUSTRASI. Uang rupiah


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penguatan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) diperkirakan sulit bertahan pada perdagangan Kamis (8/3). Kabar kemungkinan penundaan kenaikan peringkat utang Indonesia oleh Moody's, dianggap menjadi sentimen negatif yang mengganjal penguatan mata uang Garuda.

“Mungkin rupiah akan melemah tipis,” ujar David Sumual, ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kepada Kontan.co.id.

Padahal, awalnya rencana peningkatan peringkat utang itu sempat membawa sentimen positif bagi nilai tukar rupiah. Namun, pasca pemerintah menetapkan harga batubara domestik untuk PLN, berhembus kabar penundaan pemberian rating tersebut.

Lukman Leong, analis PT Valbury Sekuritas Indonesia juga menilai, belum ada sentimen positif yang mampu menguatkan rupiah. Selain masih tertekan sentimen kenaikan suku bunga, menurutnya, hanya data inflasi saja yang mampu menggerakkan rupiah. “Kalau data cadev dan penundaan rating Moody's pengaruhnya sedikit,” imbuhnya.

Lukman menebak, Kamis (8/3), valuasi rupiah bisa berada di rentang Rp 13.750-Rp 13.805 per dollar AS. Sedangkan, David memperkirakan, rupiah akan bergerak di kisaran Rp 13.700-Rp 13.800 per dollar AS.

Mengutip Bloomberg, Rabu (7/3), kurs rupiah di pasar spot menguat 0,12% ke level Rp 13.760 per dollar AS. Namun, kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat, valuasinya masih melemah 0,09% ke level Rp 13.763 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×