Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto
JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan diwaranai aksi profit taking pekan ini. Pasalnya, indikator indeks telah menunjukkan kondisi jenuh beli.
Lanjar Nafi, analis Reliance Securities mengatakan secara teknikal IHSG ditutup membentuk pola candlestick matching high dengan probabilitas reversal negatif. Indikator Stochastic terkonsolidasi dengan melandainya momentum RSI pada oscillator overbought
Pergerakan yang telah menyentuh level resistance membuat investor cenderung akan berhati-hati dan melakukan sell on strength di sejumlah saham. "Diperkirakan IHSG akan diwarnai aksi profit taking di akhir pekan ini dengan range pergerakan 5.180-5.300." kata Lanjar dalam riset yang diterima KONTAN, Kamis (28/7).
Pada perdagangan hari ini, IHSG ditutup menguat 24.85 poin atau 0.47% di level 5.299,21 dengan volume cukup tinggi. Rata-rata sektoral menguat kecuali sektor perbankan pasca dirilisnya kinerja laporan keuangan tengah tahun yang rata-rata masih di bawah target perseroan.
Meskipun sempat tertekan diawal sesi, IHSG mampu menguat seiring bertambahnya aksi beli investor asing di sesi kedua. Hari ini investor asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp 544.82 pada perdagangan hari ini.
Bursa Asia ditutup mayoritas melemah menjelang perdagangan akhir pekan. Data komposisi investasi investor asing di Jepang kian menurun menjadi penekan bursa saham di Jepang. Mayoritas investor di Asia cenderung berhati-hati akhir bulan dan kembali fokus pada perkembangan biaya pinjaman di As.
Bursa Eropa dibuka terkonsolidasi setelah dollar memperpanjang kerugian setelah The Fed menegaskan resiko terhadap perekonomian As telah mereda dan mulai pendekatan pada kenaikan biaya pinjaman.
Tingkat kepercayaan industri di Eropa berkontraksi positif namun tingkat pengangguran di German berkontraksi negatif terhadap ekspektasi yang menjadi faktor konsolidasinya pergerakan bursa Eropa.
Lanjar melihat, di akhir pekan dan akhir bulan investor lebih berhati-hati dengan data GDP Eropa yang diperkirakan melambat di 1.6% dari 1.7% dan data GDP AS yang diperkirakan meningkat dari 1.1% menjadi 2.6%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













